Parlemen Setujui Dekrit

MI/AFP/Drd/I-1
17/3/2015 00:00
Parlemen Setujui Dekrit
(AFP)
ANGGOTA parlemen Venezuela melakukan voting, Minggu (15/3) waktu setempat atau kemarin WIB, untuk memberikan kewenangan khusus kepada Presiden Nicolas Maduro dalam menjaga keamanan negara terkait dengan konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS). Juru bicara Dewan Nasional Diosdado Cabello mengatakan, "Kami akan mengunjungi Istana Kepresidenan Miraflores untuk memberikan undang-undang (dekrit) kepada masyarakat dan Kamerad Nicolas Maduro."

Sebaliknya, Carlos Luna, analis hubungan internasional, mengatakan dekrit yang disetujui anggota parlemen Venezuela tersebut justru 'sangat membahayakan'. Dia menilai dekrit itu memang secara konstitusional mendorong Presiden Maduro untuk menjamin hak individu. "Namun, dekrit itu mengandung 'tembok pelindung' untuk menyalahgunakan kekuasaan," tambahnya. Tokoh oposisi Henrique Capriles pun menanggapi, "Krisis Venezuela tidak ada hubungannya dengan AS atau perang ekonomi yang sering diucapkan Maduro." Bersamaan digelarnya latihan militer selama 10 hari, Venezuela masih menghadapi krisis ekonomi dan kekurangan kebutuhan pokok. Maduro menyebut Washington telah mendukung kalangan oposisi untuk menggulingkan pemerintahannya dan mendorong kudeta dengan merusak perekonomian Venezuela.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya