Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WONDERFUL Indonesia makin memantapkan diri sebagai merek Kementerian Pariwisata RI yang hebat. Terbukti, pada ajang Vietnam International Travel Mart (VITM), 29 Maret-1 April 2018, stan Wonderful Indonesia memperoleh penghargaan sebagai 'The Most Impressive Booth.
Wonderful Indonesia berhasil mengalahkan 10 booth lainnya. Keuntungan juga didapat, karena brand pariwisata Indonesia itu semakin dikenal di Vietnam. Hal ini semakin meningkatkan kesadaran wisatawan mancanegara terhadap Indonesia.
Keberhasilan ini menambah daftar sukses Wonderful Indonesia di perhelatan VITM. Sebab, tahun lalu, Wonderful Indonesia memperoleh penghargaan 'The National Booth with Impressive Decoration'.
Tahun ini, desain stan Wonderful Indonesia dinilai paling unik, paling bagus, dan paling elegan. Replika Kapal Phinisi yang diusung sebagai dekorasi utama dinilai paling menarik.
Runcing di depan dan tumpul di belakang dengan dihiasi beberapa tiang yang tinggi menjulang. Di dalamnya juga ada tangga untuk membentangkan layar dan tali temali yang rapi. Tampilannya gampang diingat.
"Phinisi itu sudah mendunia. Pelaut-pelaut Bugis sudah menjelajah dunia dengan Phinisi. Dari Asia, Afrika, Australia, Amerika, Eropa pernah dijelajahi pelaut kita dengan Phinisi. Kapal khas Indonesia ini bisa mewakili identitas Indonesia. Karena itu kami konsisten menggunakan desain ini di semua travel market besar dunia," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya lewat keterangannya, Selasa (3/4).
Identitas sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia juga terwakilkan dengan tampilan Kapal Phinisi. Sangat pas dengan visi Presiden Joko Widodo yang menempatkan maritim sebagai satu dari lima prioritas pembangunan.
Dengan pariwisata, Kapal Phinisi juga sangat memiliki keterkaitan. Sebut saja sepuluh destinasi prioritas yang bakal disulap menjadi 10 Bali Baru. Tujuh di antaranya adalah wisata bahari yang daya pikatnya maritim.
.
"Penghargaan yang sudah beberapa kali kita terima menunjukkan bahwa bangsa kita memang punya kapasitas, punya kemampuan dan berani bersaing. Kemenangan itu direncanakan, bukan datang sendiri," ujar Menpar.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh, yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area IV wilayah Indochina, Heri Hermawan, menyambut gembira keberhasilan itu. Buah kerja keras seluruh stakeholder yang terdiri atas pelaku industri pariwisata, Dinas Pariwisata Yogyakarta, dan didukung KBRI Vietnam, mampu menorehkan prestasi membanggakan.
"Meski luas booth Indonesia tidak terlalu besar, paviliun Indonesia mampu menyedot perhatian pengunjung. Phinisi Nusantara sendiri mencerminkan Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki tujuan wisata sangat menarik untuk dikunjungi," ujar Masruroh.
Yang semakin membuat dia bangga, penghargaan tersebut didapatkan di Vietnam. Pada Juni 2017 silam, data UNWTO menyebutkan Vietnam sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu mengalahkan pertumbuhan kunjungan wisman Wonderful Indonesia.
Terakhir 2017, Vietnam ada di posisi satu dengan pertumbuhan 29%. Sementara Wonderful Indonesia ada di nomor 2 dengan pertumbuhan 22%.Pertumbuhan 22% itu juga membuat Indonesia berhasil mengalahkan Thailand yang hanya tumbuh 8,7%. Atau Singapura yang tumbuh 5,8%. Bahkan Malaysia mengalami penurunan sebesar 4%.
"Jadi sangat strategis. Wonderful Indonesia mendapat pengakuan sebagai brand yang kuat bahkan dari pesaing utama. Ini sekaligus semakin membuka mata dunia akan keunggulan pariwisata Indonesia," tambahnya.
Menengok ke belakang, pada VITM 2017 transaksi yang berhasil dicapai sebesar Rp5,2 miliar. Untuk 2018, capaian tersebut ditargetkan tumbuh 20%. Atau senilai Rp6,1 miliar. Luar biasanya, tahun 2018 realisasi penjualan sebanyak 2.669 pax senilai Rp13,4 miliar, atau tumbuh 257%. Jumlah itu terdiri dari transaksi riil Rp724 juta dan transaksi potensial Rp12,7 miliar.
Peningkatan transaksi yang signifikan disebabkan adanya hasil kesepakatan kontrak paket wisata golf selama 1 tahun senilai US$346.700 atau senilai Rp4,78 miliar.
Dalam VITM 2018, Kemenpar berinvestasi sebesar Rp1,47 miliar dan berhasil meraih total transaksi senilai Rp 13,4 miliar. Dengan kata lain, profit yang dihasilnya mencapai 9 kali lipat dari investasi awal. Hal ini menjadi bukti bahwa langkah pemasaran semakin tepat. Selain itu, pasar Vietnam semakin seksi untuk digarap. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved