Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN perlawanan Hamas mendesak Liga Arab untuk mengajukan gugatan terhadap Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas pembunuhan baru-baru ini terhadap lebih dari belasan warga Palestina selama aksi massa antipendudukan di Jalur Gaza.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyerukan permintaan itu saat melakukan percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Senin (2/4) waktu setempat. Pembicaraan itu dilakukan menjelang pertemuan darurat Liga Arab untuk membahas pembantaian Gaza.
Saeed Abu Ali, Sekretaris Jenderal Badan Pan-Arab yang beranggotakan 22 negara itu, mengatakan kepada kantor berita Palestina, Wafa, bahwa pertemuan itu akan fokus pada 'kejahatan pendudukan terhadap rakyat Palestina'.
Ia selanjutnya meminta masyarakat internasional untuk menghentikan segera 'kejahatan Israel' dan memberikan perlindungan kepada rakyat Palestina.
Seruan Haniyeh untuk investigasi ICC dilontarkan setelah korban tewas akibat serangan Israel Jumat lalu kepada para pengunjuk rasa Palestina di sepanjang pagar perbatasan antara Gaza dan wilayah yang diduduki Israel meningkat menjadi 18 orang.
Kementerian Kesehatan Palestina memperbarui jumlah korban jiwa setelah pengunjuk rasa berusia 29 tahun, Fares al-Raqib, meninggal dunia akibat luka-lukanya.
Pada Jumat (30/3), sekitar 30 ribu warga Gaza berbaris di sepanjang pagar perbatasan di tanah yang diduduki Israel pada awal protes enam pekan, yang dinamai 'The Great March of Return' (Gerakan Besar Kembali). Massa menuntut hak untuk kembali bagi warga Palestina yang terusir dari tanah air sejak proses pembentukan negara Israel.
Aksi itu bertepatan dengan peringatan Hari Tanah ke-42, yang memperingati pembunuhan enam orang Palestina oleh pasukan Israel pada 1976.
Demonstrasi itu berubah menjadi kekerasan setelah pasukan Israel dengan menggunakan gas air mata dan peluru sungguhan untuk mendorong demonstran yang telah mendekat dalam beberapa ratus meter dari pagar yang dijaga ketat. Selain 18 tewas, hampir 1.500 warga Gaza terluka selama bentrokan.
Pawai The Great March of Return akan memuncak pada 15 Mei, bertepatan dengan Palestina memperingati Nakba Day (Hari Bencana) ketika ratusan ribu warga Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka pada 1948, tahun Israel diciptakan.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengadakan pertemuan penting pada Sabtu (31/3) bertujuan membahas situasi di Gaza. Namun, badan yang beranggotakan 15 orang itu gagal mengutuk pertumpahan darah Israel karena dihalangi Amerika Serikat.
Aksi damai
Aksi kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina juga memicu reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya dari lembaga kemanusiaan Al Aqsa Working Group (AWG) yang menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, kemarin, untuk mengecam aksi brutal tentara Israel terhadap demonstran Palestina.
Aksi itu digelar di depan Kedubes AS lantaran negeri adi daya itu merupakan pendukung utama Israel.
Waliyul Imam Jamaah Muslimin (Hizbullah) Jabodetabek, Sakuri, dalam orasinya, mengatakan Amerika Serikat dan Inggris harus bertanggung jawab atas kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina.
"AS dan Inggris ialah pihak yang harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi damai warga Palestina di Gaza akibat tindakan brutal pasukan keamanan Israel," ujarnya. (AFP/Al-Jazeera/PressTV/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved