Perahu Migran Rohingya Tiba di Malaysia

AFP/Ire/X-5
04/4/2018 07:00
Perahu Migran Rohingya Tiba di Malaysia
(AFP/MALAYSIAN MARITIME ENFORCEMENT AGENCY)

SEBUAH perahu yang membawa lusinan warga Rohingya dari Myanmar, kemarin, tiba dengan selamat di Malaysia. Menurut pejabat setempat, para pengungsi tersebut akan diizinkan memasuki wilayah negara jiran itu.

Kepala Angkatan Laut Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin mengatakan pihaknya mencegat perahu Rohingya di lepas pantai barat laut Langkawi, setelah pertama kali terlihat pada akhir pekan di luar Thailand.

“Semuanya 56 penumpang, ke­banyakan anak-anak dan perempuan, aman tapi lelah dan lapar,” katanya Ahmad. “Kami telah memberi mereka air, makanan, dan bantuan kemanusiaan lainnya. Kapal dan penumpangnya akan diserahkan kepada pihak imigrasi,” lanjutnya.

Hingga saat ini, pihak angkatan laut dan penjaga pantai Malayasia telah meningkatkan patroli di sekitar Langkawi, lokasi berlabuhnya Rohingya pada masa lalu.

Chris Lewa, dari kelompok advokasi Rohingya, Proyek Arakan, mengatakan kapal itu diduga telah pergi seminggu yang lalu dari ibu kota Negara Bagian Rakhine, Sittwe. Namun, dia tidak berharap lebih banyak lagi migran yang mengikuti.

“Pada April ini merupakan akhir dari musim berlayar, jadi kami tidak mengharapkan banyak kapal sekarang,” kata Lewa. Rute laut selatan sudah sangat jarang digunakan para migran Rohingya karena otoritas Thai­land menekan jaringan perdagangan manusia regional pada 2015. Ini memicu krisis di Asia Tenggara.

Krisis 2015 dimulai ketika Thailand menemukan kuburan massal di tenda perdagangan manusia di sepanjang perbatasan selatan wilayahnya dan melancarkan serangan kepada jaringan pembawa migran ke Malaysia.
Pembawa migran pun meninggalkan mereka di laut dalam jumlah besar dan mereka terperangkap di kapal dengan sedikit makanan dan air.
Namun saat ini, ada kekhawatiran para migran yang putus asa akan mulai menggunakan jalur laut lagi setelah Myanmar melancarkan kekerasan dan membuat 700.000 Rohingya tanpa kewarganegaraan melarikan diri ke Bangladesh.


Tujuan favorit

Malaysia yang penduduknya mayoritas muslim telah lama menjadi tujuan favorit bagi Rohingya, karena negara itu relatif makmur dan otoritas bersimpati dengan penderitaan mereka.

Puluhan ribu telah diizinkan masuk ke negara itu dan mereka bekerja keras di industri yang kurang terampil seperti pertanian dan konstruksi.

Meskipun mendapatkan upah rendah dan sedikit harapan untuk masa depan, itu lebih baik daripada situasi ratusan ribu pengungsi Rohingya di Distrik Cox’s Bazar, Bangladesh.

Mereka hidup berdesak-desakan dan sanitasi tidak memadai di tengah kesepakatan untuk pemulangan kembali yang hingga saat ini belum dijalankan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya