AS Dituding Halangi DK PBB Beri Kecaman terhadap Israel

Haufan Hasyim Salengke
01/4/2018 09:40
AS Dituding Halangi DK PBB Beri Kecaman terhadap Israel
(AFP/SAID KHATIB)

PALESTINA menuduh Amerika Serikat (AS) memblokir pernyataan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Jalur Gaza dan mengatakan keberatan AS mendorong Israel untuk melanjutkan tindakan agresif Tel Aviv terhadap rakyat Palestina.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa "Washington akan memblokir setiap upaya di Dewan Keamanan terkait dengan pembantaian yang dilakukan dan yang akan dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza."

Dia menambahkan "tanpa perlindungan AS di Dewan Keamanan, Israel tidak akan berani melakukan kejahatan yang mengerikan terhadap Palestina."

Dalam sebuah sesi tertutup yang diadakan atas permintaan Kuwait untuk membahas insiden berdarah di Jalur Gaza pada Jumat malam, Dewan Keamanan PBB gagal menyepakati pernyataan yang mengecam pembantaian Israel terhadap protes damai rakyat Palestina pada peringatan Hari Tanah.

"Diputuskan untuk diadakan sesi terbuka resmi, tetapi pihak AS menolak gagasan bahwa Dewan Keamanan mengeluarkan pernyataan untuk mengutuk penindasan Israel terhadap para demonstran," kata Perwakilan negara Palestina di PBB, Riyad Mansour.

Dia juga mengatakan "upaya terus berlanjut". "Kita akan lihat dalam beberapa jam dan hari berikutnya apakah kita akan berhasil dalam hal ini, atau apa langkah-langkah lain jika mereka tetap bersikeras tidak mengizinkan dewan untuk memikul tanggung jawabnya dalam mengutuk kejahatan dan menuntut mereka yang bertanggung jawab."

Mansour mengungkap beberapa negara Eropa, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menuntut penyelidikan atas peristiwa di Jalur Gaza, dan karena itu pihak Palestina akan terus mendorong ke arah itu.

Dia juga mengatakan pihak Palestina tidak akan menerima penyelidikan yang dilakukan oleh Israel sendiri. "Kami ingin melakukan penyelidikan dengan badan-badan yang adil dan tidak memihak untuk memberi tahu kepada dunia tentang kejahatan ini," ia menekankan.

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, mengatakan, Sabtu, bahwa keberatan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB telah menyebabkan gagalnya pengadopsian resolusi yang mengecam agresi Israel terhadap rakyat Palestina dan pembunuhan 16 orang Palestina.

Dia menambahkan sikap AS memberikan perlindungan bagi Israel untuk melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina dan mendorongnya untuk menentang resolusi legitimasi internasional yang bertujuan mengakhiri pendudukan.

Abu Rudeinah mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh WAFA Sabtu bahwa sikap AS malah akan menyolidkan Palestina dan menghalangi semua upaya internasional untuk menekan pemerintah Netanyahu untuk menghentikan agresivitasnya.

"Pihak Palestina bisa datang ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mahkamah Kriminal Internasional dan Komisi Hak Asasi Manusia dan kami tidak akan berhenti dalam upaya kami untuk mengutuk kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina," kata Nabil Shaath, seorang ajudan Presiden Abbas untuk urusan luar negeri.

Menghalangi pernyataan Dewan Keamanan mengenai Gaza "menegaskan bahwa AS adalah mitra dalam kejahatan dengan sekutu strategisnya," kata Hanan Ashrawi, pejabat komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina.

Mahmoud al-Aloul, wakil ketua di Partai Fatah tempat Abbas bernaung, menganggap posisi AS sebagai perkembangan baru terkait kebijakan bias AS terhadap Israel. (Xinhua/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya