6 Warga Turki Dideportasi

Anastasia Arvirianty
31/3/2018 00:45
6 Warga Turki Dideportasi
(AFP)

SEBANYAK enam warga negara Turki ditangkap di Kosovo. Keenamnya diduga terkait dengan sekolah-sekolah yang didanai gerakan Gulen, yang dituduh Ankara sebagai otak kudeta 2016 yang gagal. Mereka pun diekstradisi ke Turki.

Dalam operasi yang dilakukan Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) dan agen mata-mata Kosovo, enam anggota tinggi gerakan Gulen itu dibawa kembali ke rumah dengan pesawat pribadi.

Kementerian Dalam Negeri Kosovo mengatakan izin tinggal mereka dicabut setelah penangkapan dengan alasan keamanan, tetapi tidak diperinci lebih lanjut.

Perdana Menteri Kosovo Ramush Haradinaj mengatakan pihaknya tidak mendapat pemberitahuan apa-apa tentang penangkapan ilegal yang terjadi di negaranya tersebut.

"Hari ini, dalam operasi yang dilakukan Badan Intelijen Kosovo, enam warga Turki telah dideportasi. Saya sendiri sebagai perdana menteri tidak diberitahukan tentang operasi ini. Karena itu, saya akan bertindak sesuai dengan persaingan legal dan konstitusional saya," jelasnya seperti dikutip dalam akun Twitter-nya, Kamis (29/3).

Para tersangka, yang gambar-gambarnya telah diterbitkan kantor berita Turki, Anadolu, diduga bertanggung jawab atas kegiatan Balkan FETO, sebuah akronim yang digunakan Ankara untuk menggambarkan gerakan itu, dan diduga menyusup ke anggota kelompok itu ke Eropa dan Amerika Serikat.

"Ada dasar hukum yang cukup untuk pencabutan izin tinggal bagi orang-orang yang bersangkutan di wilayah Republik Kosovo karena keadaan keamanan negara," ujar Kementerian Dalam Negeri Kosovo dalam sebuah siaran pers.

Sekolah Gulen

Pihak berwenang di Kosovo mengidentifikasikan mereka yang dideportasi sebagai guru dari sebuah sekolah Gulen. Detail konkret tentang alasan mengapa guru tersebut ditangkap tidak diberikan.

Keluarga mengatakan kepala sekolah dan guru-guru Mehmet Akif College di Pristina ditangkap pagi-pagi ketika pergi bekerja.

Media setempat melaporkan bahwa satu-satunya pembenaran untuk penangkapan itu ialah duga-an kaitan sekolah mereka dengan Gulen, yang dinyatakan Presiden Turki Recep Tayip Erdogan sebagai musuh terbesar Turki.

Adem Vokshi, pengacara enam warga Turki itu, sebelumnya mengatakan dia tidak dapat menemui para kliennya karena polisi tidak memberikan perincian apa pun mengenai operasi tersebut, dan mengatakan hal itu sedang berlangsung.

"Ini telah memberi kami banyak perhatian dan kami menduga mereka berencana untuk mendeportasi tanpa proses pengadilan biasa. Secara hukum, ini seharusnya tidak terjadi." tukas Vokshi.

Ankara menuduh Gulen, seorang ulama Turki yang menetap di Amerika Serikat, mendalangi upaya kudeta 15 Juli 2016. Pemerintah Turki pun menyatakan gerakan itu sebagai organisasi teroris, meski Gulen menyangkal tuduhan itu.

Pada puncaknya, gerakan Gulen mengoperasikan sekolah di 160 negara, dari Afghanistan hingga Amerika Serikat. Sejak upaya kudeta, Turki telah menekan sekutunya untuk menutup pendirian gerakan Gulen. "Kami telah menghadapi tekanan besar dari pemerintah Turki dalam beberapa minggu terakhir untuk mengambil tindakan terhadap sekolah Gulen dan staf mereka," kata seorang pejabat senior pemerintah Kosovo kepada Reuters dalam kondisi anonimitas.  (AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya