Uni Eropa Ultimatum Facebook

AFP/Ire/I-3
28/3/2018 07:30
Uni Eropa Ultimatum Facebook
(AFP)


KISRUH pembajakan data Facebook meluas. Setelah ribuan pengguna jejaring sosial itu meluapkan kemarahan mereka, kini giliran Uni Eropa yang unjuk gigi.

Kemarin, persatuan negara-negara Eropa mengultimatum manajemen Facebook untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait skandal pembajakan data pribadi yang diambil dari jejaring sosial tersebut.

Komisioner Hakim Uni Eropa, Vera Jourova, menyampaikan ultimatum itu melalui surat kepada manajemen Facebook. Surat ditujukan ke Kepala Operasional Facebook, Sheryl Sandberg, kemarin.

Dalam surat tersebut, selain memberikan tenggat, Uni Eropa juga meminta agar Facebook mengungkapkan langkah lanjutan perusahaan itu untuk mencegah terjadinya skandal serupa di masa depan.

"Saya akan menghargai balasan surat kami dan menunggu hingga dua pekan ke depan. Apakah data warga Uni telah terpengaruh skandal yang terjadi baru-baru ini?" kata Jourova.

Dia melanjutkan, jika data-data warga Eropa terimbas dampak pembajakan, Jourova meminta agar Facebook memberi tahu pihak berwenang dan para pengguna jejaring sosial itu.

Selain itu, dia juga menanyakan perlu atau tidaknya aturan ketat untuk platform media sosial dan penga-ruhnya pada perubahan pendekatan transparansi terhadap pengguna dan regulator.

Pada pertemuan puncak di Brussels pekan lalu, para pemimpin 28 negara Uni Eropa membahas penyalahgunaan data Facebook oleh perusahaan Inggris, Cambridge Analytica, yang memainkan peran dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Jejaring sosial dan platform digital harus menjamin praktik yang transpa-ran dan perlindungan penuh terhadap privasi warga dan data pribadi. Undang-undang Uni Eropa harus dihormati dan ditegakkan," demikian kesepakatan dalam pertemuan itu.

Selanjutnya, persoalan pembajakan data pengguna Facebook akan kembali dibahas Uni Eropa pada Mei 2018. Para pemimpin Eropa dijadwalkan bertemu di Ibu Kota Bulgaria, Sofia, untuk membicarakan keamanan data privasi para pengguna jejaring sosial itu.

Untuk mendapatkan penjelasan lengkap, Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani, mengundang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, menemui badan yang ditunjuk Uni Eropa guna menjawab kekhawatiran mereka.

Sementara itu, anggota parlemen Eropa menuntut Zuckerberg untuk bersaksi secara langsung dan tidak mengirim deputi untuk mewakilinya.

Ketua Komite Digital, Budaya, dan Media House of Commons, Damian Collins, mengungkapkan, munculnya tuduhan serius kepada Facebook, seharusnya dijawab langsung oleh Zuckerberg.


 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya