Data Bocor, Bos Facebook Minta Maaf

Haufan Hasyim Salengke
25/3/2018 18:15
Data Bocor, Bos Facebook Minta Maaf
(AFP PHOTO / Oli SCARFF)

PENDIRI Facebook Mark Zuckerberg mengeluarkan iklan satu halaman penuh di hampir semua surat kabar nasional Inggris untuk meminta maaf atas skandal kebocoran data privasi yang sangat besar.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi informasi Anda. Jika kami tidak bisa, kami tidak layak (untuk melayani pengguna)," ujar status iklan yang terbit.

Zuckerberg menjelaskan ada sebuah kuis yang dikembangkan oleh seorang peneliti universitas "yang membocorkan data Facebook milik jutaan orang pada 2014".

"Itu adalah pelanggaran kepercayaan. Dan saya menyesal kami tidak mengambil lebih banyak antisipasi pada saat itu. Kami sekarang mengambil langkah-langkah untuk memastikan itu tidak terjadi lagi," kata dia.

Pernyataan itu mencerminkan pernyataan publik Zuckerberg yang dibuat pekan lalu setelah skandal itu itu mendorong penyelidikan di Eropa dan Amerika Serikat, dan mengakibatkan harga saham Facebook jatuh.

Zuckerberg mengulangi lagi pernyataan Facebook telah mengubah sejumlah aturan sehingga tidak ada pelanggaran data yang bisa terjadi lagi.

"Kami juga sedang menyelidiki setiap aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data sebelum kami memperbaiki ini. Kami berharap menemukan yang lainnya," tulisnya.

"Dan ketika kami menemukannya, kami akan melarangnya dan memberi tahu semua orang yang terkena dampak."

Namun dalam iklan permintaan maaf itu tidak ada penyebutan perusahaan Inggris yang dituduh menggunakan data, Cambridge Analytica, yang bekerja untuk kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Pemilu 2016.

Pihak Facebook menyalahkan peneliti Universitas Cambridge Alexsandr Kogan atas potensi pelanggaran aturan data.

Kogan membuat aplikasi kuis gaya hidup untuk Facebook yang diunduh oleh 270.000 orang tetapi memungkinkan akses ke puluhan juta kontak mereka.

Facebook mengatakan mereka menyerahkan data ke Cambridge Analytica tanpa menyadarinya. Sebaliknya Kogan mengatakan dia dijadikan kambing hitam.

Tindakan yang sama juga mestinya diambil Facebook dalam menghentikan penyebaran berita bohong atau hoaks yang banyak beredar selama tahapan pemilu.

"Kami bisa mengatasinya dan kami punya tanggung jawab untuk mengatasinya," kata Zuckerberg.

Itu menjadi fokus bagi Facebook bukan hanya karena pada tahun ini digelar pemilu sela di AS, juga ada pemilu penting di sejumlah negara. Secara khusus ia menyebut dua negara. "Ada pemilu penting di India, ada pemilu penting di Brasil, dan di sejumlah negara lain di dunia," kata dia. (AFP/BBC/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya