Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIERRA Leone, Afrika Barat, akan melakukan Pemilihan Umum Presiden pada Selasa (27/3) tetapi terancam ditunda setelah dugaan kampanye diwarnai kekerasan etnis.
Unjuk rasa oleh partai yang berkuasa, All Peoples’ Congress (APC) di Freetown pada Sabtu (24/3) terjadi setelah keputusan Pengadilan Tinggi untuk menunda pemungutan suara.
Keputusan itu mencegah Komisi Pemilihan Nasional (NEC) untuk maju sampai sidang dan penetapan pengadilan akan kembali duduk pada Senin (26/3).
Kandidat dari APC, Samura Kamara menantikan pengadilan untuk memastikan bahwa NEC menghapus semua ketidaksesuaian dan ketidakberesan pemilihan putaran pertama, 7 Maret sebelum putaran selanjutnya.
Presiden Ernest Bai Koroma, yang habis masa jabatan setelah lima tahun telah merestui Kamara sebagai penggantinya.
Menanggapi kekerasan jelang pilpres, Koroma menyatakan pasukan keamanan akan dengan cepat menangani secara tegas pihak yang bertanggung jawab atas hal itu terlepas dari partai politik, etnis dan wilayah mereka.
The Carter Center, organisasi Amerika Serikat (AS), mengungkapkan tidak mengetahui bukti konkrit apa pun yang membuat hasil pemilihan putaran pertama 7 Maret dipertanyakan.
Pengamat internasional dan domestik meminta pemungutan suara kredibel dengan para kritikus menuduh APC mengulur waktu melalui pengadilan.
Polisi telah menyuarakan keprihatinan atas serangan kekerasan di seluruh negeri menjelang pemungutan suara, mengecam tingginya intoleransi politik, motivasi politik dan serangan yang menargetkan warga sipil yang telah berkontribusi terhadap memburuknya situasi keamanan.
Namun pihak oposisi menuduh polisi adalah boneka dari APC setelah mereka memasuki gedung NEC dan menginterogasi staf minggu ini.
Menurut mereka, partai itu sekarang menggunakan pengadilan untuk mencoba menggagalkan proses pemilihan.
“Semua indikasi juga mengarah pada Presiden Koroma yang tidak akan menyerahkan kekuasaan tanpa keterlibatan komunitas internasional, karena dia telah mengompromikan keefektifan semua lembaga negara, termasuk peradilan,” demikian pernyataan partai oposisi Sierra Leone People's Party (SLPP) pada Sabtu malam.
Pemilih yang berjumlah 3,1 juta itu akan memilih antara kandidat All Peoples’ Congress (APC) Samura Kamara dan partai oposisi Sierra Leone People's Party (SLPP) Julius Maada Bio.
Kedua pihak telah berkampanye tentang platform anti-korupsi dan pro-pendidikan yang sama, meskipun kandidat SLPP, Julius Maada Bio menggunakan retorika anti-Tiongkok yang kuat untuk mengecam beberapa proyek infrastruktur yang dikontrak oleh APC.
Bio, mantan pemimpin junta, hanya menang 15.000 suara pada putaran pertama 7 Maret, gagal mencapai 55% surat suara yang dibutuhkan untuk menang langsung, memicu putaran kedua.
Saat itu jumlah pemilih lebih dari 80%.
APC secara luas bergantung pada Temne dan Limba rakyat di benteng utara, sementara SLPP lebih populer di selatan dengan kelompok etnis Mende.
Dengan suara di ujung bawah, Koalisi Besar Nasional (NGC) dan Koalisi untuk Perubahan (C4C), yang sama-sama mendapat suara lebih dari 10%, belum mengarahkan dukungan ke salah satu kandidat. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved