Kepolisian Finlandia Gagal Tangkap Puigdemont

Irene Harty
25/3/2018 10:50
Kepolisian Finlandia Gagal Tangkap Puigdemont
(AFP/EMMANUEL DUNAND)

MANTAN Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, menggagalkan upaya polisi Finlandia untuk menangkapnya berdasarkan surat perintah penangkapan Eropa, setelah pengacaranya membenarkan kabar Puigdemont telah pergi dari sana pada Sabtu (24/3).

Puigdemont, yang tinggal di pengasingan di Belgia, telah mengunjungi Finlandia sejak Kamis (22/3) untuk bertemu dengan para anggota parlemen.

Ketegangan semakin tinggi di Catalonia dan partai separatis telah membatalkan rencana untuk mengeluarkan nama presiden baru menyusul penangkapan kandidat terbaru.

"Saya menegaskan bahwa Presiden Puigdemont tidak lagi di Finlandia," kata Pengacaranya Jaume Alonso Cuevillas tanpa menyebutkan lokasi mantan pemimpin itu sekarang.

Anggota parlemen Finlandia, Mikko Karna, mengaku menerima informasi Puigdemont berangkat dari Finlandia kemarin malam dengan cara yang tidak diketahui ke Belgia, dalam pernyataan di Twitter.

"Puigdemont menegaskan kepada saya hari ini bahwa di Belgia dia akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang," tulis Karna yang sebelumnya mengaku tidak berhubungan dengan Puigdemont sejak Jumat (23/3).

Sebelumnya, Biro Investigasi Nasional Finlandia (NBI) mengonfirmasi pada Sabtu, mereka telah menerima surat perintah penangkapan Eropa untuk 'seorang warga Spanyol yang mengunjungi Finlandia'.

"Kami tidak memiliki kontak dengan orang itu sendiri atau asistennya," kata Inspektur Kejahatan NBI, Hannu Kautta.

Pada saat itu, Cuevillas mengungkapkan ke Catalunya Radio bahwa kliennya tidak akan mencoba melarikan diri dari penangkapan.

Puigdemont dicari oleh Spanyol atas tuduhan pemberontakan dan hasutan.

Selain dia, otoritas Spanyol juga mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk lima separatis lainnya pada Jumat, termasuk empat mantan menteri yang juga ada di pengasingan Belgia.

Di sisi lain, calon presiden regional Jordi Turull, yang harus masuk putaran kedua di parlemen, ditempatkan dalam tahanan atas tawaran yang memisahkan diri.

"Calon presiden Generalitat (eksekutif Catalan) berada di penjara dengan anggota parlemen lainnya di ruangan ini," kata Ketua Parlemen Catalan, Roger Torrent, yang pesimistis sesi akan berlanjut.

Itu adalah ketiga kalinya parlemen tidak dapat mencalonkan presiden baru, setelah Puigdemont dan pemimpin pro-kemerdekaan lainnya, Jordi Sanchez terpaksa digulingkan.

Jika seorang presiden baru tidak terpilih pada 22 Mei maka pemilihan baru akan diselenggarakan.

Partai-partai separatis Catalunya memenangkan pemilihan regional pada Desember 2017 yang dianggap Spanyol sebagai usaha untuk mempertahankan mayoritas absolut di parlemen setelah upaya pemisahan diri.

Namun, mereka berjuang untuk mengatur kembali posisi politik mereka di tengah banyaknya pemimpin mereka di luar negeri atau di penjara. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya