Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING dengan usulan amendemen senjata api dari Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS), lebih dari satu juta warga AS turun ke jalan menggelar 'March For Our Lives' di Washington untuk menuntut tindakan kontrol senjata api dari para anggota parlemen pada Sabtu (24/3).
Para murid Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, di mana 17 orang ditembak mati bulan lalu terlihat paling menonjol dalma demonstrasi besar tersebut.
"Politisi, mewakili orang-orang atau keluar. Berdiri untuk kami atau waspada - pemilih akan datang," kata Cameron Kasky, 17, pemimpin gerakan para murid dari sekolah tersebut.
Kepada NBC News, penyelenggara mengatakan demonstrasi diikuti oleh lebih dari 800.000 orang sehingga menjadi demonstrasi kontrol senjata terbesar di AS sejak Million Mom Maret pada 2000.
Panggung utama untuk acara di Washington didirikan di dekat US Capitol dan para pembuat undang-undang menjadi target ketika pembicara menyampaikan peringatan keras bahwa waktunya telah tiba untuk undang-undang senjata yang lebih ketat.
"Orang-orang menuntut undang-undang yang melarang penjualan senjata serbu. Orang-orang menuntut kami melarang penjualan majalah berkapasitas tinggi. Orang-orang menuntut pemeriksaan latar belakang universal," kata Kasky.
Namun demonstrasi terlihat lebih mengecam anggota parlemen yang menentang undang-undang diperketat yakni dari National Rifle Association (NRA).
"Kami akan mengambil ini untuk setiap pemilihan, untuk setiap negara bagian, dan setiap kota," kata Pemimpin siswa di Stoneman Douglas lainnya, David Hogg.
Wali Kota Bill de Blasio mengatakan 175.000 orang mengambil bagian dalam unjuk rasa di New York, dan menulis di Twitter-nya, "Para siswa ini AKAN mengubah Amerika".
Trump berada di Florida ketika para demonstran berkumpul di Washington namun pernyataan keluar dari Gedung Putih.
"Kami memuji banyak pemuda Amerika yang berani menggunakan hak Amandemen Pertama mereka hari ini. Menjaga anak-anak kita aman adalah prioritas utama Presiden," isi pernyataan.
Demonstrasi Washington dimulai dengan Andra Day menyanyikan Rise Up' dilanjutkan penampilan oleh Jennifer Hudson, yang ibu, saudara laki-lakinya dan keponakan berusia tujuh tahun ditembak mati pada 2008.
Memegang poster bertuliskan 'Never Again', Miley Cyrus membawakan lagu 'The Climb'.
Di New York, mantan Beatle Paul McCartney muncul pada aksi unjuk rasa dan berbicara tentang pembunuhan rekannya pada Desember 1980, John Lennon.
"Setiap minggu Anda mendengar tentang penembakan baru dan tidak ada yang dilakukan tentang itu. Tapi aku pikir mungkin setelah ini sesuatu akan berubah," kata McCartney
Ribuan berkumpul di Parkland untuk menghormati orang-orang yang tewas di kota pada Hari Valentine.
Demonstrasi juga berlangsung di Atlanta, Boston, Chicago, Dallas, Denver, Los Angeles, Miami, Minneapolis, Seattle dan kota-kota lain dengan total lebih dari 800 tempat.
Sebelumnya, penyelenggara demonstrasi memasukkan tautan agar orang-orang mendaftar untuk memberikan suara di situs web MarchForOurLives.com untuk mengubah gerakan baru menjadi kekuatan politik yang kuat. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved