Jaksa Peru Minta Hakim Cegah Presiden Kuczynski ke Luar Negeri

Antara
22/3/2018 15:25
Jaksa Peru Minta Hakim Cegah Presiden Kuczynski ke Luar Negeri
(AFP)

JAKSA pemberantasan korupsi di Peru pada Rabu (21/3) waktu setempat meminta hakim melarang Presiden Pedro Pablo Kuczynski meninggalkan negara Amerika Selatan itu beberapa jam setelah dia mengumumkan mundur dalam menghadapi pemakzulan, yang hampir pasti, kata sumber badan peradilan.

Kuczynski, mantan bankir Wall Street berusia 79 tahun, yang pernah memegang kewarganegaraan Amerika Serikat, dijamin dari penuntutan oleh kekebalan kepresidenannya hingga Kongres secara resmi menerima undur dirinya dan Wakil Presiden Martin Vizcarra disumpah untuk menggantikannya.

Luis Galarreta, Presiden Kongres, mengatakan bahwa hal tersebut kemungkinan terjadi pada Jumat. Kuczynski menyangkal melakukan kesalahan dan berjanji bekerja sama dengan penyelidikan korupsi atas hubungannya dengan Odebrecht, perusahaan pembangunan Brasil, yang mengakui menyuap pejabat di seluruh Amerika Latin.

Partai oposisi sayap kanan yang mengontrol Kongres, Popular Force, pertama kali berusaha untuk memaksa Kuczynski keluar dari kantor pada Desember setelah mengungkapkan bahwa ia gagal mengungkapkan pembayaran yang dilakukan Odebrecht untuk perusahaan konsultan berbasis Flordia, sementara dia memegang jabatan publik di pemerintahan sebelumnya.

Kuczynski telah berjanji untuk tidak mengundurkan diri selama berbulan-bulan, menyalahkan oposisi sayap kanan atas skandal konstan yang dia katakan telah membuatnya mustahil memerintah Peru, salah satu pasar paling stabil di Amerika Latin dan produsen tembaga nomor dua di dunia.

Namun, rekaman rahasia audio dan video yang dirilis minggu ini menjerat Kuczynski dalam tuduhan pembelian suara, yang mendorong pendukungnya yang paling setia menuntut dia untuk mundur.

Kuczynski mengatakan material, di mana sekutunya terdengar menawarkan akses ke kontrak pekerjaan publik yang menguntungkan dengan imbalan dukungan politik, telah diedit sebagai bagian dari usaha tanpa henti untuk memfitnahnya. Namun, iklim politik yang bermusuhan menjadikan dirinya tak dapat dipertahankan, tambahnya.

"Saya pikir, yang terbaik bagi negara adalah saya mundur. Saya tidak ingin menjadi penghalang bagi bangsa untuk mencari jalan menuju persatuan dan keserasian," kata Kuczynski dalam rekaman video, yang disiarkan televisi saat dia diusir dari istana kepresidenan ke rumahnya di distrik keuangan Lima. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya