Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Rusia mengancam untuk melakukan pembalasan terhadap Inggris karena tindakan anti-Rusia atas perselisihan kedua negara mengenai keracunan mata-mata di Inggris selatan.
Berbicara setelah pertemuan dengan utusan Jepang Taro Kono, Sergei Lavrov mengatakan, "Jika pemerintah Inggris terus mengambil langkah-langkah anti-Rusia, kami akan membalas dengan prinsip timbal balik."
Lavrov mendesak Pemerintah Inggris untuk merespons dengan tenang atas serangan 4 Maret terhadap mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia, yang sampai sekarang masih dalam kondisi kritis.
Inggris mengatakan hanya Rusia yang memiliki kemampuan, motif dan niat untuk berada di balik serangan tersebut, yang menggunakan racun saraf Novichok yang kabarnya dikembangkan oleh bekas Uni Soviet.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menganggap ini sebagai omong kosong.
Inggris bereaksi dengan mengusir 23 diplomat Rusia dan keluarga mereka dan juga telah memotong kontak tingkat tinggi.
Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan, London aktif mempertimbangkan langkah-langkah lain.
Pada Selasa (20/3), kepala pengawas kimia OPCW mengatakan akan memakan waktu dua sampai tiga minggu untuk menyelesaikan analisis laboratorium terhadap sampel yang diambil dari keracunan tersebut.
Adapun, Uni Eropa telah menyatakan solidaritasnya dengan Inggris dan para pemimpin pada pertemuan puncak akhir pekan ini, dan setuju untuk berkoordinasi dengan konsekuensi bagi Rusia.
Tidak hanya UE, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyuarakan kemarahan atas serangan ketika mengunjungi Theresa May di kantornya.
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis pada Selasa juga menyarankan, keterlibatan Moskow yang dicurigai menunjukkan Rusia telah dipilih untuk menjadi pesaing strategis.
Namun, Presiden Donald Trump melewatkan masalah ini saat memberi selamat kepada Putin dalam pemilihan ulang dan mengusulkan sebuah pertemuan puncak di waktu mendatang.
Skripal, 66, seorang mantan perwira Rusia yang menjual rahasia ke Inggris dan pindah ke sana dalam pertukaran mata-mata 2010, tetap dalam keadaan koma bersama dengan putrinya yang berusia 33 tahun setelah mereka ditemukan tidak sadarkan diri di bangku di Salisbury.
Beralih ke masalah bilateral, Lavrov menyuarakan keprihatinan atas rencana Jepang untuk mengenalkan sistem pertahanan rudal Aegis berbasis darat, yang katanya akan secara langsung mempengaruhi keamanan Rusia.
"Kami telah menyerahkan daftar masalah Rusia ke pihak Jepang dan mengusulkan untuk membuat dialog khusus mengenai masalah ini," kata Lavrov.
Kono menjawab bahwa sistem pertahanan rudal adalah murni satu pertahanan yang dikelola oleh negara kita secara mandiri.
"Itu tidak akan menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga kita, termasuk Rusia," tegas menteri itu. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved