Suara Bulat Parlemen untuk Periode Kedua Xi Jinping

Irene Harty
17/3/2018 12:46
Suara Bulat Parlemen untuk Periode Kedua Xi Jinping
(AFP)

PARLEMEN Tiongkok dengan suara bulat menyepakati Presiden Xi Jinping memasuki masa jabatan keduanya pada Sabtu (17/3) dan mengangkat tangan kanannya menjadi Wakil Presiden, memberinya sekutu yang kuat untuk mengonsolidasikan kekuasaan dan menangani ancaman perdagangan AS.

Pengangkatan kembali Xi oleh badan legislatif yang dikuasai Partai Komunis merupakan kepastian, tetapi sebelumnya semua mata tertuju pada mantan penegak antikorupsinya, Wang Qishan, akan menjadi wakilnya atau tidak.

Kongres Rakyat Nasional telah memperluas wewenang Xi yang cukup besar selama sesi tahunan, menambahkan namanya ke dalam konstitusi, dan mengangkat batas waktu lima tahun untuk kepresidenan dan wakil presiden.

Xi mendapat tepuk tangan meriah setelah memenangkan 2.970 suara dan 2.969 orang setuju penunjukkan Wang, hanya satu delegasi menentang.

Pada 2013, Xi telah menerima 2.952 suara, dengan satu melawan dan tiga abstain, 99,86%.

Xi dan Wang berjabat tangan saat para legislator bertepuk tangan.

Sebagai bagian dari paket amandemen konstitusi, Xi dan Wang untuk pertama kalinya mengambil sumpah jabatan dengan berjanji setia pada konstitusi.

Xi meletakkan tangan kirinya di atas sebuah buku berlapis merah yang berisi konstitusi dan mengangkat tangan kanannya untuk mengambil sumpahnya.

Mengangkat Wang memungkinkan Xi untuk menjaga sekutu yang tangguh di sisinya, sebagai pemimpin Tiongkok yang paling berkuasa sejak Mao Zedong memegang otoritasnya dan mengarahkan pandangannya pada masa jabatan seumur hidup.

Wang, 69, mengundurkan diri dari dewan penguasa Partai Komunis pada Oktober di bawah peraturan pensiun informal.

Profil Wang yang menonjol, duduk di meja yang sama dengan tujuh anggota Komite Tetap Politbiro selama sesi publik Kongres Rakyat Nasional.

"Penunjukan Wang menunjukkan posisinya sebagai penasihat politik yang sangat penting," kata Kerry Brown, Direktur Institut Lau China di King's College London.

"Dia adalah politisi yang sangat cakap, jadi masuk akal jika dia masih berada di sekitar," kata Brown.

Dia menambahkan penunjukkan juga berarti bahwa politik Tiongkok berada dalam masa inkonvensional.

Wang berada di garis depan perang salib anti-korupsi Xi, memimpin Komisi Inspeksi Disiplin Pusat, yang menghukum 1,5 juta pejabat dalam lima tahun terakhir baik dari kader tingkat rendah hingga para pemimpin regional dan jenderal.

Dia mengundurkan diri tahun lalu.

Wang dikenal internasional dalam perannya sebelumnya sebagai tokoh perdagangan Tiongkok dan dapat membantu Xi menghadapi hubungan yang semakin tegang dengan AS di tengah kekhawatiran perang dagang menurut para analis. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya