PM Slovakia Akhirnya Mundur Pascapembunuhan Wartawan

Antara
15/3/2018 22:03
PM Slovakia Akhirnya Mundur Pascapembunuhan Wartawan
(AFP PHOTO / VLADIMIR SIMICEK)

PRESIDEN Slovakia menerima pengunduran diri Perdana Menteri Robert Fico pada Kamis (15/3) dan meminta wakil perdana menteri untuk membentuk pemerintahan baru.

Pengunduran diri Fico itu terjadi pada saat para pemimpin politik berupaya menangani krisis, yang dipicu pembunuhan terhadap seorang jurnalis bernama Jan Kuciak.

Kuciak, 27 tahun, adalah wartawan yang kerap menulis soal penipuan yang melibatkan para pengusaha dengan politisi. Pembunuhan tersebut telah membakar kemarahan publik atas korupsi dan menimbulkan protes terbesar yang pernah muncl di negara Eropa tengah itu sejak kejatuhan komunisme hampir tiga dasawarsa lalu.

Pemerintahan koalisi tiga partai, yang menghadapi desakan untuk menggelar pemilihan dini, pada Rabu setuju agar Fico mundur. Pengunduran diri itu diikuti dengan syarat bahwa Presiden Adrej Kiska mengizinkan partai Smer tempat Fico berasal untuk memilih penggantinya.

Kiska berseteru dengan Fico selama krisis dan telah mendesak pemerintah untuk melakukan perobamakan atau menggelar pemilihan dini untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Pada Kamis, Kiska meminta Wakil Perdana Menteri Peter Pellegrini untuk membentuk pemerintahan baru.

Fico telah berupaya untuk lebih mempertahankan pemerintahan bersama daripada menggelar pemilihan dini, seperti yang diminta partai junior pada Senin.

Slovakia merupakan anggota Uni Eropa, zona euro dan NATO. Krisis di negara tersebut telah menodai Fico, yang telah memimpin 10 tahun dari 12 tahun terakhir dan berupaya menonjol di antara para pemimpin lainnya di Eropa tengah yang menentang peningkatan kekuatan Uni Eropa.

Perekonomian Slovakia telah meningkat tajam dalam satu dasawarsa terakhir sejak ia menjalankan jabatan. Namun, banyak pihak menganggap Fico bersalah karena kurang tegas menangani korupsi dan kronisme.

Kuciak ditemukan tewas tertembak di rumah bersama tunangannya pada akhir Februari. Belum ada orang yang didakwa atas pembunuhan tersebut. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya