Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un membuat langkah bersejarah dengan menyambut langsung utusan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang dipimpin Penasihat Keamanan Nasional Chung Eui-yong untuk memperbaiki hubungan kedua negara. Dalam pertemuan di Pyongyang itu Kim menyatakan kesediaan untuk menanggalkan senjata nuklirnya.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut setelah Kim Jong-un mengirim adik perempuannya, Kim Yo-jong, sebagai utusan khusus ke ajang Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel, 25 Februari lalu. Kantor Berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), memberitakan Kim Jong-un dengan hangat menyambut kedatangan pejabat senior Korsel yang menyerahkan sebuah surat dari Moon Jae-in.
"Mendengar niat Presiden Moon untuk melakukan pertemuan puncak yang disampaikan utusan khusus di sisi selatan, dia bertukar pandangan dan membuat kesepakatan yang memuaskan," papar KCNA.
Pembicaraan Kim Jong-un dengan delegasi Korsel berlangsung lebih dari 4 jam, termasuk makan malam di markas Partai Pekerja yang berkuasa di Korut. "Perincian pertemuan akan di-umumkan setelah delegasi kembali pada Selasa (6/3) malam," ujar pihak Blue House, Istana Kepresidenan Korsel.
Menurut ketua delegasi Korsel, Chung Eui-yong, dalam pertemuan itu Kim Jong-un juga membahas kemungkinan negaranya melakukan denuklirisasi. Ia bersedia meninggalkan senjata nuklir jika keamanan rezimnya dijamin.
"Korea Utara memperjelas kesediaan untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea dan menjelaskan tidak ada alasan untuk memiliki prog-ram nuklir jika ancaman militer terhadap Korut dihapus dan keamanan rezimnya dijamin," kata Chung, seusai pertemuan.
Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korut Teguh Santosa menilai pertemuan bersejarah itu membawa pesan perdamaian. "Tanda-tanda ke arah perdamaian di Korea semakin dekat. Pertemuan ini bagai hujan yang turun di musim panas yang panjang," tutur Teguh di Jakarta, kemarin.
Semenanjung Korea memanas setelah Korut berulang kali menguji coba nuklir. Apalagi ketika Amerika Serikat yang merupakan sekutu Korsel ikut campur dengan menghadirkan kekuatan militer. "Sudah beberapa bulan terakhir ini dunia dikhawatirkan dengan memburuknya situasi di Semenanjung Korea. Pertemuan antara Kim Jong-un dan utusan khusus Presiden Moon memperbesar harapan semoga perdamaian bisa segera terwujud," kata Teguh.(AFP/Arv/Ant/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved