Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Narkoba Bareskrim Polri menyatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah Tiongkok dalam mengungkap sindikat narkoba 1,6 ton di perairan Anambas, Kepulauan Riau.
"Kami bekerja sama untuk membongkar sindikat ini. Artinya yang kami lakukan ini sebagai langkah pencegahan dan benar kami menemukan narkoba itu, dan kami akan terus kejar sindikatnya," ungkap Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Danianto di Jakarta, kemarin.
Eko mengatakan pihaknya sudah mengetahui sindikat Tiongkok yang mengirim narkoba tersebut. Adapun sindikat penerima narkoba jenis metamphetamin (sabu) ini masih dikejar.
Ditambahkannya, alur pengiriman narkoba ditujukan ke Tanjung Lesung, Anyer. Saat ditangkap, kapal ikan MV Min Liang Yuyun yang berbendera Singapura itu hanya bersandar sementara di Riau.
"Sabu itu akan didistribusikan utuh menuju Anyer. Pengirimnya menghubungi pemesan untuk selanjutnya diambil, ship to ship," ungkap Eko.
Peredaran narkoba, lanjut Eko, didominasi sindikat Tiongkok dan Myanmar. Mereka memiliki banyak sindikat lain untuk mendistribusikannya. "Bisa jadi ini mothership-nya, tapi sindikatnya tetap ada," katanya.
Eko membantah bahwa upaya yang dilakukan itu menjadi bagian dari pengalihan penyelundupan narkoba dengan tempat dan cara berbeda.
"Sampai saat ini masih kami periksa kapal yang diduga membawa narkoba. Semua harusnya bersinergi, melakukan kerja sama," imbuhnya.
Ketua Indonesia Narcotic Watch, Josmar Naibaho, menuturkan Polri harus transparan mengungkap penyelundupan itu serta siaga mengawasi lokasi masuknya candu dan termasuk saat memusnahkannya.
"Kerja sama Polri-BNN sudah semakin baik, tapi harus saling jujur soal bagaimana mengungkapnya. Pemusnahannya juga harus dipantau karena ada aturan yang mengatur barang ini bisa digunakan untuk kepentingan pengembangan kasus narkoba lainnya," ujar Josmar.
Dia menyebut aparat bisa kesulitan mendeteksi karena biasanya pelaku akan cepat mendistribusikan narkoba jika jumlahnya cukup besar. Contohnya, untuk 1 ton narkoba, sedikitnya ada lima sindikat yang sudah memesan narkoba itu guna didistribusikan.(Sru/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved