Rusia Nyatakan Sulit Perbaiki Hubungan dengan AS

Haufan Hasyim Salengke
21/2/2018 19:20
Rusia Nyatakan Sulit Perbaiki Hubungan dengan AS
(AFP PHOTO / Lehtikuva)

HUBUNGAN Rusia-Amerika Serikat berada di titik paling rendah pascaperang dingin, bahkan disebut akan sulit memperbaikinya.

Rusia mengatakan akan ‘sangat sulit’ memperbaiki hubungan Amerika Serikat-Rusia, karena tuduhan campur tangan pemilihan umum dan krisis di Suriah dan Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menuduh Washington mencoba mencampuri urusan dalam negeri Rusia menjelang pemilihan presiden bulan depan. Itu ditegaskan setelah Washington mendakwa 13 orang Rusia atas sebuah usaha tersirat yang diduga melakukan intervensi pada pemilihan umum (pemilu) 2016 di Amerika Serikat.

"Paradoksnya, Amerika Serikat mengambil langkah untuk mencampuri urusan internal kita, dan memperparah ketegangan dalam hubungan bilateral menjelang pemilihan presiden di Rusia pada 18 Maret," Ryabkov mengatakan kepada kantor berita Interfax, Rabu (21/2).

"Meskipun demikian, mereka terus berlanjut- tanpa dasar atau bukti-untuk mencela kita karena tampaknya mencampuri proses pemilihan umum mereka," ia menambahkan.

"Tentu saja kami di Moskow menyesali semua ini," ujarnya mengenai sanksi potensial terhadap 13 orang Rusia yang didakwa pekan lalu, sebagai bagian dari penyelidikan pemerintah federal Amerika Serikat.

"Akan sangat sulit untuk memindahkan hubungan dengan AS dari keadaan saat ini," ujar Ryabkov.

Beberapa anggota Komite Kongres AS dan Jaksa Khusus Robert Mueller menyelidiki tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum AS 2016, dan kolusi dengan tim kampanye Presiden Donald Trump.

Rusia telah lama membantah adanya peran Moskow dalam campur tangan pemilu AS seperti yang dituduhkan. Dua rival Perang Dingin itu telah bentrok atas krisis di Ukraina, Suriah, dan Iran, dengan aksi pengusiran diplomat masing-masing tahun lalu.

Setelah aneksasi Semenanjung Crimea pada 2014 oleh Rusia dan perang antara Kiev dan pemberontak yang didukung Kremlin, Amerika Serikat telah menerapkan sanksi yang lebih ketat lagi pada Moskow.

Sebelumnya, Donald Trump mengatakan Rusia berhasil melampaui 'impian terliar mereka' dalam menabur perselisihan di negeri Paman Sam. Meski begitu, pemimpin usungan Partai Republik itu sekali lagi tetap menahan diri untuk menyebut Rusia secara langsung mengacaukan pemilu Presiden AS yang sukses dimenangi Trump.

Sementara Kepala intelijen AS, pekan lalu, memperingatkan bahwa campur tangan Rusia terus berlanjut dan merupakan ancaman bagi pemilihan kongres AS pada tahun ini.

Di sisi lain, meski menuduh Rusia berusaha mengacaukan internal AS dan mengabaikan campur tangan Rusia dalam pemilu, Trump dan tidak memberikan indikasi apa yang akan dilakukan pemerintahnya mengenai hal itu. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya