Penembakan di Sekolah Amerika, Cruz Tewaskan 17 Siswa

Eko Suprihatno
15/2/2018 17:59
Penembakan di Sekolah Amerika, Cruz Tewaskan 17 Siswa
(AFP/Gaston De Cardenas)

TRAGEDI mengerikan kembali terjadi di Amerika Serikat, ketika seorang mantan pelajar menembaki sebuah sekolah menengah atas menggunakan senapan semiotomatis AR-15, Rabu (14/2) waktu setempat. Akibatnya, 17 siswa pun meregang nyawa.

Kepolisian Broward County Scott Israel menjelaskan, pelaku diidentifikasikan bernama Nikolas Cruz, 19. Ia merupakan mantan siswa di Marjory Stoneman Douglas High School Parkland.

Namun perilakunya yang buruk membuat pihak sekolah memecatnya sebagai siswa. Setelah itu ia terdaftar sebagai siswa di sekolah umum Broward County.

"Kami sudah mulai membedah berbagai laman dan hal-hal di media sosial yang dia jalani. Untuk beberapa hal ditemukan fakta sangat, sangat mengganggu," kata Israel.

Cruz, bukan siswa yang disukai kawan-kawannya. Sejumlah temannya menggambarkan ia sebagai sosok yang 'bermasalah'.

Seusai melakukan tindakan biadabnya itu, Cruz mencoba melarikan diri dengan cara bercampur dengan para siswa yang panik berlarian keluar sekolah. Namun aparat keamanan kemudian bisa menangkapnya.

Israel menuturkan, para korban terdiri dari siswa dan juga orang dewasa, 12 di antaranya sudah bisa diidentifikasi. Sedangkan 17 siswa lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat terluka. Salah satu orang dewasa yang tewas ialah pelatih sepak bola sekolah.

Seorang sumber penegak hukum mengatakan kepada CBS News bahwa Cruz menarik sebuah alarm kebakaran sebelum melepaskan tembakan. Namun Israel tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.

"Ini adalah hari yang sangat mengerikan bagi Parkland," ujar Israel.

Perilaku Cruz sebenarnya sudah diwaspadai pihak sekolah. Bahkan seorang guru mengidentifikasikan dia menjadi ancaman serius bagi teman-teman sekolahnya.

"Kami diberitahu tahun lalu bahwa dia tidak diizinkan di sekolah dengan membawa tas ransel," ujar Jim Gard, guru matematika, dalam sebuah wawancara dengan Miami Herald.

Gard mengungkapkan bahwa tahun lalu Cruz pernah mengancam siswa-siswa. Bahkan setelah peristiwa itu ia diminta untuk meninggalkan sekolah.

Gubernur Florida Rick Scott dalam sebuah konferensi pers beberapa saat setelah penembakan, menggambarkan bahwa pembantaian tersebut 'hanya kejahatan murni'. Ia menolak membuat sebuah pernyataan mengenai pengendalian senjata setelah peristiwa mengerikan ini.

"Ada saatnya untuk terus melakukan percakapan tentang bagaimana penegakan hukum dilakukan. Bagaimana melalui pendanaan menyangkut penyakit mental untuk memastikan keamanan orang-orang, dan kita akan terus melakukannya," tutur Scott, seorang Republikan.

Peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama di negeri Paman Sam. Sejak Januari 2013, sedikitnya ada 291 peristiwa penembakan di sekolah-sekolah di seantero Amerika.

Artinya, menurut Everytown for Gun Safety, sebuah lembaga nirlaba yang mengadvokasi pengawasan senjata, rata-rata terjadi satu penembakan dalam satu minggu.

Sedangkan secara nasional, kekerasan menggunakan senjata api dalam masyarakat sudah membuat 33 ribu warga kehilangan nyawa setiap tahunnya.

Parkland adalah sebuah kota dengan penduduk sekitar 30 ribu orang. Lokasinya sekitar 80 kilometer utara Miami, AS. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya