Pejabat Myanmar Penanggung Jawab Kota Bermasalah di Rakhine Ditikam Mati

Antara
31/1/2018 21:26
Pejabat Myanmar Penanggung Jawab Kota Bermasalah di Rakhine Ditikam Mati
(Ilustrasi)

SEORANG pejabat Myanmar, yang menjadi pengelola kota bermasalah di negara bagian Rakhine ketika tujuh orang tewas di sana dalam kerusuhan pada awal bulan ini ditikam dan tewas, kata pemerintah setempat pada Rabu (31/1).

Polisi menyatakan, kematian Bo Bo Min Theik sebagai akibat permusuhan pribadi dan tidak terkait dengan kekerasan di wilayah tersebut, kata Zaw Htay, juru bicara pemerintah.

Mayatnya ditemukan di mobilnya di jalan raya dari Mrauk U ke ibu kota provinsi, Sittwe, pada Selasa (30/1) kemarin, kata pejabat distrik tersebut.

Bo Bo Min Theik digantikan sebagai pengelola Mrauk U dan dikirim ke pemerintah provinsi di Sittwe, tiga hari setelah polisi menembak dan membunuh tujuh pengunjuk rasa dari masyarakat besar Buddha, menyusul pertemuan daerah untuk merayakan Kerajaan Arakan Buddha kuno berubah menjadi kekerasan.

Kekerasan tersebut menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi di sebuah negara di mana puluhan etnis telah memperebutkan otonomi sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Ketegangan di Rakhine, yang sebelumnya disebut Arakan, telah melonjak sejak operasi militer tentara Myanmar pada Agustus 2017 menambah ketegangan komunal dan memicu eksodus lebih dari 688 ribu Muslim minoritas Rohingya ke Bangladesh, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Militer telah membentuk lebih dari 30 milisi di daerah Rakhine, di mana banyak Rohingya tinggal dan telah memberikan senjata kepada tiga di antaranya, demikian parlemen Myanmar pada Selasa.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Mayjen Aung Soe, mengatakan pada sidang parlemen bahwa beberapa petempur dibentuk di Distrik Maungdaw, Rakhine. Militer Myanmar melancarkan tindakan keras setelah petempur Rohingya menyerang pos keamanan di Maungdaw pada 25 Agustus, yang menyebabkan pengungsian tersebut. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya