RI Pertegas Lawan Terorisme

Rudy Polycarpus
30/1/2018 06:56
RI Pertegas Lawan Terorisme
(AFP PHOTO / POOL / Massoud Hossaini)

KUNJUNGAN Presiden Joko Widodo ke Kabul, Afghanistan, pascaserangan bom mobil di wilayah tersebut merupakan tindakan yang sangat berani.

Kunjungan itu dinilai mempertegas komitmen Indonesia untuk memerangi terorisme di mana saja tanpa kompromi.

Hal itu dikatakan peneliti terorisme Ridlwan Habib di Jakarta, kemarin. "Pak Jokowi memberi kode kepada seluruh pemimpin besar dunia bahwa terorisme adalah musuh bersama. Jokowi memberi contoh agar tidak tunduk dan diam pada terorisme," kata Ridlwan.

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, kemarin, pukul 11.40 waktu setempat (WS) atau pukul 14.10 WIB.

Kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi di tengah ancaman terorisme dan hujan salju ke Afghanistan merupakan kunjungan kedua Presiden Republik Indonesia ke Afghanistan setelah kunjungan Presiden Soekarno pada 1961.

Dari bandara, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Istana Presiden Arg. Pengamanan dilakukan ekstra ketat. Di istana itu, Presiden Jokowi disambut Presiden Ashraf Ghani.

Seusai pertemuan, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah dan bangsa Indonesia menyampaikan rasa duka atas tragedi penyerangan yang terjadi di Afghanistan.

"Indonesia dan Afghanistan akan meningkatkan berbagai kegiatan yang dapat membantu proses peace building dan rekonsiliasi di Afghanistan," kata Jokowi.

Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sepakat bahwa upaya pembangunan perdamaian di Afghanistan juga harus ditopang dengan pembangunan ekonomi. "Tanpa kesejahteraan, perdamaian tidak akan lestari."

Salah satu dukungan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Afghanistan ditunjukkan dengan berlanjutnya pembangunan kompleks Indonesia Islamic Centre (IIC) di Kabul. Menurut rencana, fasilitas kesehatan akan turut dibangun dalam kompleks tersebut pada tahun ini.

Sementara itu, Presiden Ashraf Ghani menyambut baik kunjungan Jokowi. "Presiden Jokowi selalu mendorong terjadinya perdamai-an di Afghanistan," ucap Ghani.

Sebelumnya, Ibu Kota Afghanistan, Kabul, diguncang aksi terorisme dalam waktu berdekatan. Jumlah korban jiwa akibat pengeboman di Kabul pada Sabtu (27/1) itu naik menjadi 103 orang dan 235 orang cedera.

Aksi teror juga berlanjut kemarin subuh, kompleks militer Afghanistan diserang. Sebanyak 11 tentara tewas.

Figur Soekarno

Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran Bandung Teuku Rezasyah mengatakan Jokowi yang aktif di ASEAN, GNB, dan OKI, serta sangat tegas menangani Palestina dipandang sebagai figur Soekarno yang hidup kembali.

Terkait dengan lawatan ke Asia Selatan, kata dia, keuntungannya ialah Indonesia akan membuka pasar baru dari segi ekonomi, menanam nama baik di Myanmar dan Bangladesh, serta mempersatukan ide pembangunan ASEAN dengan Asia Selatan.

"Beliau dianggap sebagai man of action, kemudian a great planner bagi Indonesia dan ASEAN dan kerja sama Selatan-Selatan," ujarnya, kemarin.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, mengatakan Jokowi dapat memelopori peran aktif Indonesia untuk menggalang dukungan internasional dalam membuat peta jalan damai bagi negara-negara Islam yang sedang dilanda konflik.(Hym/Nov/Sat/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya