Evakuasi Paksa Dilakukan saat Gunung Mayon Meletus

Irene Harty
25/1/2018 18:41
Evakuasi Paksa Dilakukan saat Gunung Mayon Meletus
(AFP/TED ALJIBE)

PIHAK berwenang Filipina mengaku akan melakukan evakuasi paksa bagi orang-orang yang menolak meninggalkan zona larangan di sekitar Gunung Mayon yang meletus.

Otoritas berusaha menghindari korban setelah 75.450 penduduk mengungsi ke tempat yang aman, menurut pejabat pertahanan sipil.

Namun penduduk yang telah aman kembali lagi kerumahnya pada pagi hari, untuk mengurus ternak di tengah perluasan zona bahaya hingga sejauh 9 kilometer dari kawah.

Kendati demikian, tidak ada korban jiwa selama 10 hari erupsi lahar panas, batuan, dan abu super panas gunung tersebut.

Maria Evelyn Grollo, yang mengelola tempat penampungan 4.000 orang di sebuah sekolah di pinggiran Legazpi mengungkapkan, penduduk menentang perintah wali kota untuk menjauh dari peternakan di lereng Mayon yang lebih rendah.

"Di pagi hari mereka pulang ke rumah, terutama para laki-laki. Tapi di malam hari mereka ada di sini," katanya menambahkan mereka menggunakan sepeda motor, Kamis (25/1).

Akim Berces, petugas operasi Kantor Pertahanan Sipil Regional di kota Legazpi menyatakan, patroli polisi menjaga peternakan dan rumah yang ditinggalkan sehingga penduduk tidak perlu kembali.

Sejauh ini juga tidak ada laporan penjarahan.

"(Petugas) keamanan sudah membicarakannya, mereka akan memastikan bahwa itu adalah tanah penduduk," tuturnya.

Berces menambahkan, pihak berwenang telah menyiapkan pusat evakuasi yang ditunjuk untuk hewan ternak, babi, kambing, dan ayam yang ingin dipindahkan ke sana. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya