Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENTAGON akan mengungkap kebijakan nuklir Presiden Donald Trump minggu depan, dan para kritikus sudah memperingatkan hal itu dapat memicu perlombaan senjata lain.
Selain itu, meningkatkan risiko salah perhitungan yang dapat memicu konflik atom.
Versi Nuclear Posture Review yang bocor menunjukkan Pentagon menuntut pengembangan tipe baru bom nuklir berdaya rendah (low-yield), yang dirancang untuk digunakan di medan perang.
Senjata yang disebut nuklir taktis itu memiliki kekuatan peledak yang terbatas, namun masih terhitung sangat kuat, jika dibandingkan dengan senjata konvensional.
Draft kebijakan nuklir Pentagon, yang secara tipikal menyebut bom 'suplemen' dengan daya rendah, menyatakan dengan meningkatkan senjata semacam itu akan membantu dalam mematahkan serangan Rusia dan negara-negara lain.
"Suplemen ini akan meningkatkan pencegahan, dapat memberi keuntungan yang bermanfaat bagi AS dan sekutu-sekutunya," kata kebijakan tersebut, yang diperoleh oleh Huffington Post.
Dua anggota Partai Demokrat di Komite Layanan Bersenjata (HASC) di DPR AS mengatakan strategi senjata nuklir Trump yang baru dirancang, akan memperbesar potensi perlombaan senjata internasional dan meningkatkan risiko perang nuklir yang dahsyat.
Anggota terkemuka HASC, Adam Smith mengatakan, strategi tersebut akan membebani anggaran yang tidak masuk akal untuk memodernisasi persenjataan nuklir negara tersebut.
"Sebuah postur nuklir yang menerapkan pandangan Presiden bahwa tombol nuklirnya 'lebih besar dan lebih kuat' informasinya terbatas dan tidak dalam pertimbangan yang baik," tutur Smith dalam sebuah pernyataan, Rabu (24/1) waktu setempat.
"Bagaimana Presiden Trump berencana membayar program ini tetap menjadi misteri," ia menambahkan.
Komentar Smith merujuk pada sebuah drama di akun Twitter Trump baru-baru ini, ketika ia terlibat dalam perang kata-kata dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Nuclear Posture Review Pentagon dijadwalkan akan dirilis minggu depan. Namun sebuah rancangan yang bocor meminta investasi pada senjata nuklir taktis daya rendah, dan anggota parlemen menerima briefing rahasia, Selasa (23/1).
"Rekomendasi pemerintah tidak akan meningkatkan keamanan kita – tapi malah akan menyemai perlombaan senjata nuklir, mengurangi stabilitas strategis karena menurunkan ambang batas untuk penggunaan nuklir, dan meningkatkan risiko salah perhitungan yang dapat memicu perang nuklir," tandas Smith.
Setiap senjata dengan tinkat ledakan 20 kiloton atau kurang dianggap low-yiled atau daya rendah.
Sebagai gambaran, satu kiloton sama dengan 1.000 ton TNT yaitu bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II, masing-masing sekitar 15 dan 20 kiloton. Sehingga senjata yang digunakan pada masa itu dianggap low-yield sekarang.
Namun AS sudah memiliki persenjataan nuklir besar, termasuk 150 B-61 yang disimpan di beberapa negara Eropa yang dapat dikonfigurasi untuk opsi daya rendah.
Hans Kristensen, Direktur Proyek Informasi Nuklir di Federation of American Scientists, mengatakan strategi militer AS tidak memerlukan jenis senjata baru.
"Jika Anda benar-benar ingin menggunakan senjata dalam skenario low-yield yang terbatas, hal itu sudah ada. Anda tidak perlu memiliki yang lain," ujarnya kepada AFP.
Mengacu pada keadaan militer Rusia dan masalah keuangan negara tersebut, Moskow khawatir mereka akan segera kalah dalam konflik konvensional dengan Barat. (AFP/Defense News/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved