Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dan Amerika Serikat (AS) bakal mempererat kerja sama di bidang intelijen guna menangkal ancaman organisasi teroris di kawasan Asia Tenggara. AS bakal membantu mengembangkan proyek Our Eyes yang diinisiasi Indonesia untuk memata-matai perge-rakan teroris.
Demikian dikemukakan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu seusai menggelar pertemuan tertutup dengam Menhan AS James Norman Mattis di Kantor Kementerian Pertahanan RI di Jakarta, kemarin.
"Kita perlu banyak mata-mata. Saya membentuk Our Eyes. Supaya kita melihat secara pasti apa kegiatan mereka (kelompok teroris). Mau ke mana mereka? Tadi Jenderal Mattis bilang akan bantu. Karena biar bagaimanapun peralatan Amerika lebih canggih daripada kita dan mereka akan bantu," ujar Ryamizard.
Our Eyes merupakan proyek adaptasi dari Five Eyes, yakni aliansi intelijen antara AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Tahun lalu, Ryamizard telah melawat sejumlah negara di kawasan ASEAN dan menawarkan kerja sama Our Eyes.
Dijelaskan Ryamizard, pembentukan Our Eyes penting untuk mengantisipasi perge-rakan jaringan terorisme. Contohnya Islamic State yang telah mendeklarasikan keha-diran di Asia Tenggara.
Meskipun saat ini pusat operasi IS masih terbatas di Filipina Selatan, tidak tertutup kemungkinan IS bakal bergerak ke Malaysia dan memperkuat pengaruhnya di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Menhan AS James Mattis menegaskan AS siap membantu Indonesia dalam proyek Our Eyes. Menurut dia, tidak satu pun negara di dunia yang bisa mengatasi ancaman terorisme sendirian.
Mattis pun mengapresiasi kerja sama trilateral antara Filipina, Malaysia, dan Indonesia dalam mengamankan perairan perbatasan tiga negara, khususnya di Laut Sulu. Jika dibutuhkan, AS juga siap membantu pengamanan perairan tersebut. "Kami siap merespons ajakan kerja sama dari Indonesia. Tidak hanya kata-kata, kami siap terjun dan bekerja sama melawan terorisme," tandas Mattis.
Selain ancaman IS, Rya-mizard dan Mattis membahas sejumlah isu lain. Menhan juga mengaku telah meminta Mattis mencabut larangan kunjungan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke AS.
Larangan masuk bagi anggota Kopassus diterapkan AS terkait dengan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan pasukan elite TNI itu. Sejumlah purnawirawan TNI masuk daftar pelarangan itu, semisal mantan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Larangan bagi anggota Kopassus masuk ke AS dinilai Menhan menggangu kerja sama militer di antara kedua negara. Salah satunya, kedua negara sulit melakukan latihan militer bersama.
Meskipun tidak spesifik menanggapi isu tersebut, dalam konferensi pers di Kemenhan RI, Mattis mengatakan AS menghormati hubungan baik kedua negara. Menurut dia, tidak sulit bagi AS dan Indonesia mencapai kompromi dalam beragam isu.
Pencurian kapal
Di lain hal, Menhan Ryami-zard mengatakan akan membahas kasus pencurian dua bangkai kapal peninggalan masa Perang Dunia II dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri yang berlangsung pada 23-25 Januari 2018. Ia menegaskan akan mendorong TNI-Polri mengejar sindikat pencuri bangkai kapal tersebut.
"Nanti kan ada Rapim TNI-Polri, nanti akan saya ajak semua aparat membahas masalah itu. Kita akan kejar sindikat-sindikat ini," ujarnya kepada para wartawan di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, kemarin.
Sejumlah kapal perang asing yang karam di perairan Indonesia raib dijarah pencuri bangkai kapal. Dua di antaranya diketahui dijarah pada 2016, yakni bangkai kapal HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java di perairan Pulau Bawean. (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved