Pemerintah AS Berhenti Beroperasi

Haufan Hasyim Salengke
20/1/2018 18:13
Pemerintah AS Berhenti Beroperasi
(AFP/Alex Wong)

PRESIDEN Donald Trump menandai ulang tahun pertama menjabat sebagai pemimpin Amerika Serikat (AS), Sabtu (20/1), dengan masalah penutupan layanan publik, menuduh Partai Demokrat menyandera aspirasi warga 'Negeri Paman Sam'.

Dari tengah malam Jumat (19/1) waktu setempat atau Sabtu (20/1) dini hari WIB, dengan tidak adanya rencana anggaran yang disepakati, layanan federal mulai terhenti atau dikurangi, bahkan saat anggota parlemen terus berdebat di lantai Senat.

Layanan penting dan aktivitas militer tetap berlanjut tetapi banyak pekerja sektor publik akan dikirim pulang tanpa upah dan tentara yang bertugas tidak akan dibayar sampai kesepakatan tercapai untuk membuka kembali roda pemerintah AS.

Segera setelah berita tersebut mencuat, direktur anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney mengeluarkan sebuah memo untuk agen pemerintah, mengatakan kepada mereka bahwa mereka 'sekarang harus membuat rencana untuk tertib penutupan karena tidak adanya alokasi'.

Kesepakatan tampaknya muncul, Jumat yang lalu, ketika Trump tampaknya mendekati kesepakatan dengan pemimpin minoritas Senat Demokrat Chuck Schumer dalam sebuah tindakan untuk mencegah pengusiran migran tidak berdokumen yang tiba di negara tersebut ketika anak-anak.

Gedung Putih mengecam Schumer, menyalahkan dia atas penutupan layanan publik. Juru bicara Trump Sarah Sanders menyatakan dia tidak akan pernah menegosiasikan kesepakatan imigrasi sampai Kongres setuju untuk melanjutkan anggaran pemerintah yang normal.

"Malam ini, mereka menempatkan politik di atas keamanan nasional kita, keluarga militer, anak-anak yang rentan, dan kemampuan negara kita untuk melayani semua orang Amerika,” ujarnya.

"Kami tidak akan menegosiasikan status imigran yang melanggar hukum sementara Demokrat membuat penduduk kita yang sah tersandera akibat tuntutan mereka yang sembrono," kata Sanders.

Pemimpin mayoritas Partai Republik Mitch McConnell menggemakan bahasa Gedung Putih, namun Schumer melawan. Ia menyalahkan Trump karena telah membuat dia percaya ada kesepakatan mengenai perselisihan imigrasi namun kemudian gagal untuk mengamankan partainya sendiri.

"Setiap orang Amerika tahu Partai Republik mengendalikan Gedung Putih, Senat, DPR – sudah menjadi tugas mereka untuk menjaga pemerintahan tetap terbuka. Tugas mereka untuk bekerja sama dengan kami untuk bergerak maju," kata Schumer kepada Senat, setelah voting 50 suara setuju terhadap 49 yang tidak.

"Mereka mengendalikan setiap ons proses dan itu adalah tanggung jawab mereka untuk memerintah dan dalam hal ini mereka telah gagal," kata Schumer.

Ia menambahkan dia juga telah menawarkan untuk mendiskusikan kemungkinan membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko, sebuah janji kampanye utama yang dibuat oleh Trump yang merupakan kutukan bagi banyak Demokrat. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya