Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKAP pemerintah Amerika Serikat yang merusak posisinya sebagai penengah konflik Timur Tengah, semakin meneguhkan komitmen Indonesia untuk terus membantu Palestina.
Dirjen Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko mengungkapkan, langkah Indonesia tidak hanya aktif dalam membantu Palestina, tapi juga konkret. Selama 2008-2017, Jakarta telah melakukan sekitar 158 program pembangunan kapasitas untuk Palestina.
‘Cukup besar ya, sudah 1.821 warga Palestina yang menikmati bantuan peningkatan kapasitas Indonesia. Mulai dari pelatihan kepolisian, diplomasi, hingga pelatihan petugas keamanan,” ujar Sunarko kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (3/1).
Indonesia, ia melanjutkan, akan konsisten mendukung Palestina hingga negara itu mendapatkan hak kemerdekaan dan keamanannya. Dukungan tersebut melalui forum-forum seperti di ASEAN, OKI, atau PBB.
“Kita mengecam negara-negara yang mendukung Amerika Serikat (yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” tegas Sunarko.
Seperti pandangan banyak analis, Sunarko memandang AS telah merusak reputasinya sebagai penengah konflik Palestina-Israel. “Sikap AS yang seperti itu semakin mendorong kita untuk melakukan pemberdayaan ekonomi, bantuan pemberantasan kemiskinan, dukungan diplomasi, bantuan teknis untuk Palestina,” imbuhnya.
Palestina bergeming ditekan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghentikan semua bantuan untuk Ramallah. Itu langkah provokatif terbaru Trump, yang berpotensi merusak seluruh upaya diplomasi bertahun-tahun untuk perundingan Timur Tengah.
Para pemimpin Palestina bereaksi keras terhadap ancaman Trump. Mereka menegaskan tidak akan mau ‘diperas’ setelah suksesor Barack Obama tersebut mengancam untuk memotong bantuan senilai lebih dari US$300 juta per tahun.
Hubungan antara Gedung Putih di bawah Trump dan orang-orang Palestina, telah menegang setelah pengakuan sepihak Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember lalu.
Pejabat senior Palestina Hanan Ashrawi mengatakan dalam sebuah pernyataan ‘kita tidak akan bisa diperas’. "Presiden Trump telah menyabotase upaya kita menghadirkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan," ujarnya.
"Sekarang dia berani menyalahkan orang-orang Palestina atas konsekuensi tindakannya yang tidak bertanggung jawab!" ia menambahkan.
Sebelumnya, Selasa (2/1), Trump mengatakan proses perdamaian Timur Tengah sedang mengalami kesulitan, dan mengancam akan menghentikan semua bantuan AS bagi Palestina yang berjumlah lebih dari US$300 juta per tahun.
“Kami membayar orang-orang Palestina ratusan juta dolar per tahun, dan tidak mendapat ucapan terima kasih ataupun penghormatan,” kata Trump dalam cuitan di akun Twitter-nya.
“Karena orang Palestina tidak mau lagi berunding, mengapa kita harus terus membayar mereka dengan uang dalam jumlah besar?” imbuh Trump.
Juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeina, mementahkan tuduhan Trump. Ia menyatakan mereka tidak menentang negosiasi, bahkan menekankan perundingan harus ‘berdasarkan hukum dan resolusi internasional yang telah mengakui sebuah negara Palestina.'
"Jerusalem adalah ibu kota abadi negara Palestina dan tidak dijual untuk emas atau miliaran dolar," tegas Nabil Abu Rudeina.
Sekjen Organisasi Ker Jasama Islam (OKI) Yousef A Al-Othaimeen menggaribawahi, bahwa Islamic Solidarity yang berada di bawah naungan OKI telah berkontribusi sejak awal beroperasi pada 1976 sampai 2017. Kontribusi itu mendanai banyak sosial, budaya, ekonomi, proyek pendidikan dan kesehatan di Palestina.
Jumlah total dalam hal ini telah mencapai sekitar US$26,939 juta, di bawah apa yang dikenal sebagai item dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved