Resmi Dilegalkan, Pengguna Ganja Pesta di California

Anastasia Arvirianty/AFP
02/1/2018 19:34
Resmi Dilegalkan, Pengguna Ganja Pesta di California
(AFP/Robyn Beck)

SELASA (2/2) merupakan hari pertama bahwa ganja dapat dibeli dan dijual secara legal di California, AS. Akibatnya, stok ganja pemilik toko Nicole Salisbury sudah habis.

Telepon telah berdering tanpa henti selama berminggu-minggu dengan orang-orang dari luar negara, yang mengekspresikan ketertarikan untuk mengambil sampel barang dagangannya.

"Saya sangat senang tapi saya juga sedikit gugup. Sebab untuk pertama kalinya saya merasa nyaman memberi tahu orang bahwa saya memiliki toko ganja," kata Salisbury yang telah berkecimpung dalam bisnis ganja selama satu dekade, dan membuka Green Pearl Organics sebagai apotek medis dua tahun lalu.

Delapan negara bagian dan juga ibu kota Washington telah melegalkan penggunaan narkoba secara perseorangan, meski tetap dilarang di tingkat federal.

Tapi jumlah penduduk California yang kira-kira 40 juta orang, menjadikannya negara terpadat di Amerika, dan ekonominya yang besar. Berarti diharapkan menjadi pasar terbesar di dunia untuk tanaman tersebut.

California menjadi pelopor ketika melisensikan penggunaan ganja untuk ramuan obat pada 1996, dan keputusannya untuk memperluas penggunaan secara efektif pada Senin (1/1). Namuan akan diawasi ketat di seluruh dunia oleh negara-negara yang berharap dapat memanfaatkan apa yang disebut demam hijau.

Adapun, pada Senin (1/1), sepanjang jalan di sekitar Golden State, penggemar ganja membentuk antrean di luar toko, tidak lagi dipaksa untuk melakukan bisnis dengan pedagang gelap secara diam-diam.

Di Green Pearl Organics, tim Salisbury telah bekerja sejak pukul 08.00 waktu setempat. Mereka membantu pelanggan dengan berbagai produk yakni wax, brownies, dan berbagai bentuk ganja untuk menenangkan atau menginduksi otak.

Hal ini mengakibatkan beberapa pelanggan lansia, pembeli lama yang telah datang ke toko sejak dibuka, merasa terganggu karena mereka sekarang harus menunggu dalam antrean panjang.

Beberapa mengeluh bahwa hanya penggunaan medis yang seharusnya tetap legal. Sementara yang lainnya tidak senang dengan pajak berat yang dikenakan pada ganja, melebihi 20% ketika pajak negara bagian, penjualan dan pajak kota ditambahkan.

Kendati demikian, untuk membeli ganja ini, pembeli harus menunjukkan SIM atau bentuk ID lainnya sebagai bukti bahwa mereka berusia 21 tahun ke atas. Pelanggan kemudian menerima barang mereka dalam tas putih buram.

Berdasarkan undang-undang yang baru, ganja tidak dapat dikonsumsi di tempat umum atau saat mengemudi, juga tidak dapat digunakan dalam jarak 1.000 kaki (sekitar 300 meter) dari sebuah sekolah atau tempat lain untuk anak-anak.

Menurut perusahaan konsultan ArcView, baik wali kota maupun polisi telah mendukung industri ini, yang diproyeksikan bernilai US$5,8 miliar di California pada 2021.

Namun, bagi Salisbury, ini juga masalah martabat pribadi. "Saya merasa malu secara sosial. Saya merasa seolah-olah saya adalah seorang pelacur atau penari telanjang, meskipun saya selalu mematuhi hukum dan membayar pajak saya," tuturnya.

Orang-orang California bisa mendapatkan hingga 28,5 gram (satu ons) ganja tanpa resep, dan menanam hingga enam tanaman per tempat tinggal.

"Senang bisa mendapatkan ganja tanpa harus pergi ke dokter," tambah Andrew Jennings, warga asal Texas.

"Banyak orang berpikir Anda hanya duduk di sofa dan menonton TV, tapi tergantung pada kekuatannya, itu benar-benar dapat meningkatkan fokus Anda," tambah pria berusia 32 tahun yang berjanggut, yang didampingi oleh kekasihnya yang seorang guru yoga.

Christina, seorang terapis perilaku berusia 50 tahun untuk anak-anak berkebutuhan khusus, yang menolak memberikan nama belakangnya, telah datang untuk membeli minyak marijuana dengan harapan mereka dapat memulihkan keseimbangan hormonnya dan menenangkan kegelisahannya.

"Saya mencoba untuk mendapatkan obat alami, (tapi) saya tidak ingin menjadi tukang batu," tandasnya. Ia menambahkan bahwa lebih memilih anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun tidak tahu, karena tak ingin anaknya percaya ganja buruk untuk perkembangan otak. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya