Trump : Rezim Opresif Iran Akan Runtuh

Willy Haryono
31/12/2017 12:33
Trump : Rezim Opresif Iran Akan Runtuh
(AP)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengomentari mengenai aksi unjuk rasa terbaru yang sudah memasuki hari ketiga pada Sabtu 30 Desember 2017. Trump menilai masyarakat Iran menginginkan perubahan, dan "rezim opresif tidak dapat berdiri selamanya."

Trump mengunggah dua potongan video mengenai pidatonya di Majelis Umum PBB pada September lalu di Twitter, yang berisi pernyataan terhadap Iran.

"Rezim opresif tidak dapat bertahan selamanya. Akan datang suatu warga saat warga Iran dihadapkan pada sebuah pilihan," tulis Trump di Twitter, seperti dikutip AFP.

"Dunia mengawasi! (perkembangan di Iran)," lanjutnya.

Wakil Presiden AS Mike Pence menguatkan pernyataan Trump dengan berkata, "waktu telah tiba bagi rezim di Teheran untuk mengakhiri aktivitas teroris, korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia."

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders menambahkan: "Hari-hari dimana Amerika memalingkan wajahnya (dari Iran) sudah berakhir."

Pernyataan Trump muncul saat ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah bentrok dengan polisi di Universitas Teheran sejak tiga hari terakhir. Demonstrasi juga berlangsung di beberapa kota lain.

Potongan video unjuk rasa berskala luas muncul dari kota Rasht, Hamedan, Kermanshah, Qazvin dan lainnya. Polisi merespons demonstrasi dengan menembakkan meriam air. Awalnya menentang kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, unjuk rasa di Iran meluas menjadi penentangan penuh terhadap rezim.

Sementara itu, Pemerintah Iran mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi berunjuk rasa, Sabtu 30 Desember 2017, sejak demonstrasi mengecam kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dimulai sejak Kamis kemarin. Namun berubah menjadi penentangan secara menyeluruh kepada pemerintah.

"Kami mendesak semua orang yang diminta melakukan aksi protes untuk tidak berpartisipasi lagi dalam perkumpulan ilegal ini, yang hanya akan menciptakan masalah bagi diri mereka dan masyarakat luas," ujar Menteri Dalam Negeri Iran Abdolrahman Rahmani Fazli, seperti dikutip AFP. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya