Saudi dan Turki Bahas Status Jerusalem

FPP/Hym/X-8
29/12/2017 07:14
Saudi dan Turki Bahas Status Jerusalem
(AFP/BANDAR AL-JALOUD)

RAJA Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim bertemu di Riyadh, Rabu (27/12) waktu setempat, untuk membahas upaya meningkatkan hubungan bilateral dan status Jerusalem. Itu pertemuan tingkat tinggi yang pertama dilakukan sejak Amerika Serikat mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Arab Saudi sebagai sekutu AS dan Turki yang merupakan anggota NATO telah mengecam keputusan Presiden Donald Trump pada 6 Desember lalu untuk memindahkan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Keputusan itu mendapat penolakan dari mayoritas negara di dunia karena akan mempersulit proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pun menggelar KTT luar biasa di Istanbul, Turki, untuk menyikapi keputusan Trump. Namun, saat itu Arab Saudi hanya mengirim perwakilan tingkat rendah.

Media pemerintah Arab Saudi, SPA, memberitakan, Raja Salman menerima Yildirim dan membahas 'sarana untuk meningkatkan hubungan dan perkembangan kawasan'.

"Pentingnya status Jerusalem ditekankan (dalam pertemuan itu) dan seluruh dunia Islam harus bertindak dalam persatuan untuk melindungi hak-hak saudara kita Palestina," kata SPA mengutip Yildirim.

Yildirim juga membahas hubungan bilateral dengan Saudi yang dipandang sebagai salah satu negara yang paling penting di Teluk dan Timur Tengah. Hubungan Turki dan Saudi memburuk menyusul penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi pada Juli 2013. Namun, hubungan kedua negara menghangat setelah Raja Salman naik takhta 18 bulan kemudian.

Hubungan Ankara-Riyadh diuji lagi saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman melakukan perombakan pejabat besar-besaran dan mengonsentrasikan kekuasaan. Pejabat Turki telah berupaya untuk tidak mengkritik secara terbuka, tetapi pers propemerintah menyerang monarki Saudi, terutama mengenai aliansi yang kuat dengan Presiden Trump.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya