Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Korea Selatan menangkap pemilik dan pengelola bangunan terbakar, yang menewaskan 29 orang pada pekan lalu, dengan tuduhan penyimpangan keamanan, termasuk pintu keluar tertutup serta penyiram kebakaran tidak berfungsi.
Pada Kamis (22/12), kebakaran melalap bangunan bertingkat delapan di kota kecil Jecheon. Sedikitnya, 20 korban ialah wanita, yang terpapar asap beracun di sauna lantai dua.
Polisi Jecheon hanya menyebut pemiliknya dengan nama belakang Lee dan sang manajer dengan nama belakang Kim. Kedua pria tersebut ditahan di Jecheon setelah ditangkap pada Minggu (24/12), kata polisi pada Selasa (26/12).
Lee menghadapi dua tuduhan atas melanggar peraturan keselamatan kebakaran dan melakukan pembunuhan tanpa disengaja atas tuduhan kelalaian profesi, sementara Kim juga menghadapi tuduhan pembunuhan tanpa disengaja.
Jika mereka dihukum karena pembunuhan tanpa disengaja, Lee dan Kim akan menghadapi hukuman lima tahun penjara atau denda 20 juta Won.
"Sistem penyemprot pemadam kebakaran di lantai pertama bangunan tidak bekerja dengan baik saat api membakar gedung," ujar seorang detektif polisi, yang meminta tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung.
"Jika sistem penyemprot tersebut bekerja, api mungkin tidak akan menyebar secepat itu," tambahnya.
Polisi mengatakan pada Selasa bahwa Lee telah menyewa seorang pengacara, tetapi menolak menyebutkan nama pengacara atau firma pengacaranya. Polisi mengatakan Kim belum menyewa seorang pengacara.
Foto disiarkan Kantor Berita Yonhap menunjukkan tangga dengan noda asap dan pintu keluar darurat kebakaran dipenuhi rak dan barang persediaan di lantai dua, tempat sebagian besar kematian terjadi.
"Pintu darurat di lantai dua diblokir oleh rak besi dan barang lain-lain," kata reserse itu.
Petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Menurut polisi, Kim dan Lee membantah laporan bahwa mereka mencoba menghilangkan es di langit-langit lantai satu, di mana api itu tampak berasal, tetapi kemudian mengubah pernyataan mereka setelah polisi menghadapkan mereka dengan bukti.
Surat kabar harian Korea, JoongAng, melaporkan pada Selasa bahwa Lee pada suatu waktu mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak memberi peringatan pada perempuan di sauna, karena mereka dalam keadaan tanpa pakaian, tetapi detektif polisi mengatakan bahwa dia tidak dapat memastikan hal tersebut saat penyelidikan sedang berlangsung.
Kemarahan meningkat selama akhir pekan terhadap laporan tentang konstruksi bangunan yang buruk, pintu rusak, jalan yang terblokir dan masalah lain yang mungkin menyebabkan kematian.
Sejumlah mobil yang diparkir di sepanjang jalan sempit di sekitar gedung tersebut menghalangi kemampuan petugas pemadam kebakaran untuk mencapai api, demikian seorang petugas pemadam kebakaran Jecheon, tetapi mencatat bahwa tidak ada kendaraan parkir yang tampaknya melanggar peraturan parkir.
"Meskipun kendaraan dapat diparkir di sana secara legal, cukup sulit truk pemadam kebakaran melewatinya, karena jalannya terlalu sempit," kata petugas pemadam kebakaran, yang menolak disebut namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.
Presiden Moon Jae-in yang mengunjungi tempat kejadian pada Jumat menjanjikan penyelidikan penuh pada kasus tersebut.
"Pemerintah secara keseluruhan akan menyelidiki dengan seksama penyebab dan proses penanggulangan kecelakaan ini, dan walaupun kenyataan, penyelidikan, dan tindakan yang dilakukan akan seperti itu saha, setidaknya, tidak akan ada kesedihan yang dalam," katanya.
Pada Senin, kebakaran terpisah terjadi di tempat pembangunan pada gugus rumah susun di selatan Seoul, menewaskan satu orang dan melukai 14 orang lain, kata Yonhap. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved