Rakyat Palestina tidak akan Setujui Rencana Damai AS

Marcheilla Ariesta
22/12/2017 21:26
Rakyat Palestina tidak akan Setujui Rencana Damai AS
(AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)

AMERIKA Serikat telah mendiskualifikasi dirinya sebagai mediator perdamaian antara Israel dan Palestina. Hal ini disebabkan AS sudah menyatakan keberpihakan mereka pada Israel dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Negeri Bintang Daud tersebut.

Karenanya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rakyatnya tidak akan lagi percaya pada semua rencana damai yang akan dilakukan Negeri Paman Sam tersebut.

"Amerika Serikat bukan lagi mediator yang jujur dalam proses perdamaian, kami tidak akan menerima rencana yang diajukan AS," ujar Abbas dalam sebuah konferensi bersama di Paris dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dikutip dari laman Independent, Jumat (22/12).

Abbas juga mengutuk ancaman yang dilakukan Presiden AS Donald Trump untuk memotong semua bantuan keuangan, ke negara yang memberikan suara dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menentang keputusannya tersebut. Sidang itu dibuka untuk menolak keputusan Trump membuka kedutaan besar di Yerusalem.

Sidang dilakukan pada Kamis (21/12) siang waktu setempat. Sidang tersebut menghasilkan 128 suara mendukung resolusi melawan keputusan Trump, 9 suara menentang resolusi itu dan 35 suara abstain.

Macron, yang juga hadir bersama Abbas, mengatakan, negaranya tetap berkomitmen pada solusi dua negara, yaitu di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan dengan damai satu sama lain. Dia juga berjanji Prancis akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada saat yang tepat dan tanpa tekanan.

Sebelum bertemu dengan Macron, Abbas juga melakukan pertemuan dengan putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, pada Kamis lalu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan terakhir di Palestina.

Tak hanya itu, mereka juga membicarakan cara untuk mengintensifkan upaya praktis untuk menjamin hak-hak yang sah dari rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya