Bom Tewaskan Penulis Blog Antikorupsi Malta Diduga Dipicu dari Jarak Jauh

Antara
20/12/2017 20:44
Bom Tewaskan Penulis Blog Antikorupsi Malta Diduga Dipicu dari Jarak Jauh
(AP)

BOM yang digunakan untuk membunuh penulis blog antikorupsi Malta, Daphne Caruana Galizia, kemungkinan dipicu lewat telepon dari kapal di lepas pantai Malta, menurut seorang penyidik, Selasa (19/12) waktu setempat, dengan membeberkan bukti awal terhadap tiga tersangka.

Caruana Galizia meninggal akibat ledakan kuat saat dia mengemudi di dekat rumahnya di Desa Bidnija pada 16 Oktober 2017 --kasus pembunuhan yang mengejutkan Eropa dan menimbulkan pertanyaan tentang aturan hukum di Pulau Mediterania kecil itu.

Alfred dan George Degiorgio bersaudara, serta Vince Muscat ditangkap pada awal bulan ini sehubungan dengan pembunuhan tersebut. Ketiga pria tersebut, yang diketahui polisi, telah membantah melakukan pelanggaran hukum.

Polisi mulai membeberkan bukti yang mereka dapatkan melawan trio tersebut ke pengadilan Malta yang akan memutuskan apakah akan memerintahkan persidangan.

Salah satu penyidik utama, Keith Arnaud, menjabarkan bagaimana sebuah tim dari Biro Investigasi Federal AS, yang dibawa oleh Pemerintah Malta untuk membantu menyelesaikan kejahatan tersebut, telah berfokus pada nomor telepon yang menerima pesan teks pada saat ledakan tersebut di Bidnija.

Polisi mengatakan bahwa nomor tersebut tidak terpasang pada telepon genggam, tetapi ke papan sirkuit yang digunakan pada perangkat pengendali jarak jauh. Alat tersebut dinyalakan pada pukul 02.00 waktu setempat di Bidnija pada hari ledakan tersebut dan diledakkan pada waktu ledakan terjadi.

Bagian dari papan sirkuit kemudian ditemukan di reruntuhan mobil. Data telepon seluler menunjukkan perangkat tersebut dipicu oleh telepon dari lepas pantai. Video kamera pemantau menunjukkan sebuah kapal milik Degiorgio bersaudara yang berlayar sekitar pukul 08.00 pada hari pembunuhan tersebut. Kapal tersebut kemudian terlihat masih di laut pukul 14.50 dan tidak bergerak pada saat ledakan terjadi sebelum kembali ke pelabuhan.

Ketiga tersangka tersebut tidak pernah menjadi sasaran blog Caruana Galizia yang ditulis dengan sengit, yang menyebabkan pertanyaan mengenai kemungkinan motif mereka. Keluarga penulis blog tersebut mengatakan orang-orang yang memerintahkan pembunuhan tersebut berada dalam jumlah besar.

Arnaud mengungkapkan bahwa polisi telah menyadap telepon George Degiorgio pada saat pembunuhan terjadi dan telah mendengarnya meminta dua orang secara terpisah untuk mengisi pulsa nomor telepon genggam pada pagi hari terjadinya ledakan tersebut.

Dia tidak menjelaskan lebih jauh, tetapi media lokal telah melaporkan bahwa nomor yang sama mungkin telah memicu bom tersebut. Arnaud ialah orang pertama yang dipanggil untuk bersaksi di sidang praperadilan, yang telah ditunda dua kali dalam seminggu terakhir setelah dua pejabat pengadilan rendah pertama yang ditugaskan untuk kasus tersebut mendiskualifikasi diri mereka sendiri.

Pejabat pengadilan rendah ketiga, Claire Stafrace Zammit, menolak permintaan pembelaan oleh penulis blog tersebut, juga untuk tidak hadir dalam kasus tersebut karena Caruana Galizia pernah memuji suaminya. Dia menolak permintaan yang sembrono itu. Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (20/12). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya