Uni Eropa Satu Suara dengan OKI Soal Jerusalem

Irene Harty
14/12/2017 20:42
Uni Eropa Satu Suara dengan OKI Soal Jerusalem
(AFP PHOTO / Riccardo Pareggiani)

UNI Eropa menyatakan dukungan terhadap Palestina seperti halnya yang disuarakan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT LB OKI).

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Komisioner Uni Eropa untuk urusan Luar Negeri dan Pertahanan Federica Mogherini, di Brussels, Rabu (13/12) malam setelah menghadiri KTT LB OKI di Istanbul, Turki.

"Posisi Uni Eropa sama dengan posisi negara-negara OKI," ungkapnya lewat video resmi yang diberikan Kementerian Luar Negeri RI kepada media, Kamis (14/12).

Pada awal pertemuan Retno menyampaikan hasil pertemuan KTT LB OKI yang mengecam dan menolak keputusan AS, karena dinilai tidak sah dan melanggar hukum internasional.

"Isu Palestina akan menjadi prioritas, politik luar negeri masing-masing negara OKI. Kemudian kita mendeklarasikan East Jerusalem sebagai ibukota Palestina. Kita meminta negara-negara lain untuk beri support dan pengakuan kepada Palestina dan juga pengakuan East Jerusalem sebagai ibukota Palestina," imbuh Menteri Retno.

Kedatangan Retno untuk menggalang dukungan itu direspons positif Uni Eropa, dengan menyatakan penolakan terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) dan menyampaikan dukungan besar ke Palestina.

"Secara khusus saya sampaikan apresiasi kepada Uni Eropa mengenai isu Jerusalem. Saya juga meminta negara lain untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Selain itu mengakui Jerusalem timur sebagai ibukota Palestina," jelas Retno.

Dia juga meminta peningkatan dukungan berupa technical assistant seperti sektor ekonomi bagi rakyat Palestina.

Pertemuan yang dirasa Retno cukup singkat itu, hanya satu jam, tidak membawa pembahasan jauh ke kemungkinan Uni Eropa menggantikan posisi AS sebagai mediator dalam two-state solution antara Palestina dan Israel.

"Untuk pertemuan Dewan Uni Eropa, beliau hanya membicarakan fokus ke masalah pertahanan," lanjutnya.

Mogherini mengakui diskusi mengenai Jerusalem telah banyak dilakukan dengan Indonesia pada akhir-akhir ini.

"Kami melihat Jerusalem dan mengkonsolidasikan dengan jelas mendukung satu suara solusi two-state antara Palestina dan Israel, dan secara politik meningkatkan dukungan untuk negosiasi Jerusalem sebagai ibukota keduanya sesuai ketentuan perbatasan 1967," tuturnya.

Mogherini mengakui Uni Eropa dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat kuat dalam menghadapi tantangan di kawasan, terutama Asia dan Eropa.

Selain isu Palestina, Menlu RI dan Komisioner UE juga membahas perkembangan di Rakhine State, dengan berharap perjanjian antara Bangladesh dan Myanmar mengenai repatriasi pengungsi dapat segera diimplementasi.

Indonesia memiliki kemitraan strategis dengan Uni Eropa. Kedua pihak memiliki shared interests and values terkait dengan demokrasi, toleransi, human rights, pluralisme, lingkungan hidup, dan regional integration/multilateralism.

Sedangkan dari sisi nilai perdagangan bilateral Indonesia-UE tercatat sebesar 28,5 miliar Euro (2016). Ekspor utama Indonesia ke UE adalah 49% kelapa sawit diikuti tekstil, alas kaki, plastik, dan karet. Sementara itu, nilai investasi UE ke Indonesia sebesar 2,6 miliar euro pada 2016.

Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang memiliki Partnership and Cooperation Agreement (PCA) dengan Uni Eropa pada 2016. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya