Trump Didesak Batalkan Pengakuan atas Jerusalem

AFP/Ire/X-6
11/12/2017 06:37
Trump Didesak Batalkan Pengakuan atas Jerusalem
(AP/Susan Walsh)

PRESIDEN Palestina Mahmud Abbas, kemarin, menolak bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini menyusul perubahan kebijakan Washington yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Tidak akan ada pertemuan dengan wakil presiden Amerika di Palestina. Amerika Serikat telah melewati semua garis merah dengan keputusan Jerusalem," kata penasihat hukum Abbas, Majdi al-Khaldi.

Pada hari yang sama, para menteri luar negeri Arab juga meminta AS untuk membatalkan pengakuan atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan bagi masyarakat internasional untuk mengakui Palestina sebagai negara.

Dalam resolusi setelah pertemuan darurat di Kairo, para menteri anggota Liga Arab menyatakan AS telah 'menarik diri sendiri sebagai sponsor dan penengah' proses perdamaian Palestina Israel dengan langkah kontroversial mereka.

Para menteri bertemu di markas besar liga di Kairo untuk merumuskan tanggapan terhadap keputusan AS, yang dikritik secara bulat di dunia Arab dan internasional.

Di sisi lain, Paus Tawarikh Koptik Mesir II juga membatalkan pertemuan dengan Pence. Gereja itu pun 'menolak untuk menerima' Pence sebagai protes atas pernyataan Trump yang tidak memperhitungkan perasaan jutaan orang Arab. Pada Jumat (8/12), Ahmed al-Tayeb yang memimpin Al-Azhar, lembaga muslim Sunni terkemuka di Mesir, membatalkan rencana bertemu Pence karena hal sama.

Dalam kondisi itu muncul kekhawatiran adanya peningkatan kekerasan jauh lebih besar setelah pemimpin Hamas, Ismail Haniya, menyerukan intifadah Palestina yang baru.

Di Jalur Gaza, Palestina, serangan Israel dilaporkan terus membabi buta dan menewaskan dua milisi Hamas. Sebelumnya, empat dilaporkan tewas dan puluhan cedera pascapernyataan Trump.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya