Desa Bersejarah di Jerman Timur Terjual dalam Lelang

Irene Harty
10/12/2017 19:58
Desa Bersejarah di Jerman Timur Terjual dalam Lelang
(AFP/Tobias Schwarz)

SATU-SATUNYA penawar dalam lelang yang tidak biasa pada Sabtu (9/12) waktu setempat mengeluarkan 140.000 Euro dan menjadi pemilik baru sebuah desa kecil bersejarah di Jerman Timur, Desa Alwine.

Pembeli anonim, yang menawar melalui telepon, mendapatkan harga awal dari pelelangan real estat Karhausen mulai dari 125.000 Euro.

Sebelumnya, pada 2000, dusun tersebut dijual kepada investor swasta sebagai satu 'simbol Deutschmark' sebelum memakai mata uang euro.

Dua bersaudara yang merupakan pembeli asli dari belasan bangunannya, ditambah gudang dan garasi, tidak berhasil untuk mengurusnya.

Hanya sekitar 20 orang yang kebanyakan pensiunan masih tinggal di klaster rumah yang reyot di negara bagian Brandenburg perdesaan, 120 kilometer selatan Berlin.

Dari jumlah populasi tersebut kebanyakan ialah orang tua sementara rumah-rumah lainnya tidak berpenghuni.

Kondisi itu mencerminkan nasib mantan komunis di salah satu pedalaman Jerman sejak penyatuan kembali negara tersebut 27 tahun yang lalu.

Selama Perang Dunia II, pemuda Hitler melatih sekitar Alwine dan narapidana perang di penjara di dekatnya.

Kemudian Tirai Besi naik dan itu menjadi bagian dari Timur Komunis Jerman.

Sampai penyatuan kembali Jerman pada 1990, semua properti di Alwine, yang pernah terhitung sekitar 50 penduduk, dimiliki oleh pabrik briket batubara terdekat, yang tertua di Eropa.

Pabrik tutup pada 1991 dan banyak orang pergi untuk mencari pekerjaan lain.

Alwine bukanlah satu-satunya komunitas di Jerman timur, yang banyak tertinggal jika dibandingkan dengan negara bagian barat yang makmur dengan upah dan pendapatan per kapita 67% pada 2015.

Antara 1990 dan 2015, populasi wilayah timur turun sekitar 15%, menurut laporan pemerintah tahun ini.

"Setelah penyatuan kembali, banyak orang pindah pekerjaan. Pekerjaan ini belum dapat ditemukan di mana-mana di Jerman Timur," kata Profesor Arsitektur dan Studi Perkotaan di Universitas Siegen, Hildegard Schroeteler-von Brandt.

Wali Kota Uebigau-Wahrenbrueck, di mana Alwine termasuk di dalamnya, Andreas Claus, mengatakan, "Orang-orang di daerah tertinggal ekonomi merasa masalah mereka diabaikan".

Selama pemilihan di September, hampir 23% Uebigau-Wahrenbrueck memilih Partai Alternative for Germany (AfD), hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya