PM Israel Didesak Mundur Karena Dugaan Korupsi

Marcheilla Ariesta
10/12/2017 10:49
PM Israel Didesak Mundur Karena Dugaan Korupsi
(AFP/JACK GUEZ)

SEKITAR sepuluh ribu warga Israel berunjuk rasa di Tel Aviv. Mereka menuding pemerintah serrta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu korupsi dan menyalahgunakan jabatan.

Seperti dilansir Telegraph, Minggu, 10 Desember 2017, jumlah pendemo turun dari pekan lalu yang mencapai 20 ribu orang. Jumlah itu diperkirakan terbesar selama demonstrasi antikorupsi.

Protes dipicu tuduhan korupsi terhadap Netanyahu. Meski demikian, sang perdana menteri membantah tudingan terhadap dirinya.

Empat orang lainnya diduga terlibat dalam kasus menerima hadiah dari pengusaha kaya dan menegosiasikan kesepakatan dengan pemilik surat kabar untuk menulis berita yang baik mengenai dirinya.

"Jika dia dihukum, dia akan menerima tekanan berat untuk mengundurkan diri, atau melakukan pemilihan untuk menguji apakah dia masih berhak memiliki mandat di pemerintahan," ujar salah seorang demonstran.

Namun, Netanyahu berani menjamin. "Jika saya melakukannya, saya harus membayarnya."

Partai Likud sayap kanan Netanyahu mengatakan lewat unggahan di Facebook, demonstrasi tersebut dilakukan sayap kiri. Dia menyebut semua warga Israel harusnya mendukung perdana menteri mereka karena membela Israel melawan kritik internasional, akibat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Negeri Bintang Daud tersebut.

Selama beberapa pekan, para pedemo menyuarakan hal yang sama, mengenyahkan koruptor dari negara mereka. Para demonstran membawa spanduk bertuliskan, "Kami muak dengan koruptor dan sapu orang-orang korup." (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya