Finalis Miss Senegal Kenakan Batik Tenun Indonesia

Antara
26/11/2017 08:59
Finalis Miss Senegal Kenakan Batik Tenun Indonesia
(Ist)

SEBANYAK 15 finalis Miss Senegal 2017 mengenakan busana batik dan tenun Indonesia rancangan desainer Nita Seno Adji, Rudy Chandra, Defrico Audy, dan Malik Moestaram pada acara malam Grand Final Miss Senegal di King Fahd Palace, Dakar, Senegal.

Batik dan tenun karya empat desainer Indonesia menjadi busana pilihan untuk diperagakan pada malam grand final yang diprakarsai Dubes RI untuk Senegal di Dakar, Mansyur Pangeran, dengan Ketua Komite Miss Senegal, Amina Badiane, demikian Pensosbud KBRI Dakar, Dimas Prihadi, kepada Antara London, Sabtu (25/11).

Dubes Mansyur mengatakan, sambutan dan minat para tamu undangan pada Grand Final Miss Senegal 2017 terhadap batik dan tenun cukup tinggi. Mereka dengan serius mengamati keelokan batik Indonesia yang diperagakan. Bahkan, Miss France 2017 juara keempat, Justine Camara, sebagai juri kehormatan, terkesima melihat paduan motif dan corak warna dari batik dan tenun yang ditampilkan.

Dubes menambahkan, finalis Miss Senegal 2017 merupakan wakil dari 14 provinsi dan satu finalis mewakili wilayah kepulauan Sine-Saloum. Diperagakannya batik dan tenun oleh kelima belas finalis tersebut membuat popularitas batik dan tenun meluas ke seluruh penjuru Senegal, ujarnya.

"Momentum ini semoga dapat dimanfaatkan para pengusaha batik dan tenun untuk melakukan penetrasi pasar ke Afrika Barat karena potensinya sangat menjanjikan," ujar Dubes.

Kompetisi Miss Senegal 2017 dimenangi Yacine Dieng Thiam, 18, berasal dari Provinsi Thiés sekaligus sebagai Miss Thiés 2017. Sebagai pemenang, Yacine mendapatkan hadiah berupa beasiswa program sarjana dan master selama lima tahun senilai 2.460.000 CFA dari Institut Superieur D'entrepreneurship Et De Gestion (ISEG).

Turut menjadi juri dalam ajang Grand Final, Istri Dubes untuk Senegal, Febie Mansyur. Setiap finalis selain dinilai dari keindahan dalam memperagakan tiap busana, juga memiliki pengetahuan yang memadai mengenai situasi dalam negeri di Senegal, pariwisata di wilayah masing-masing, peranan wanita, serta peranan yang dapat disumbangkan bagi kemajuan kaum wanita Senegal.

Popularitas batik dan tenun melonjak setelah minggu lalu KBRI Dakar mengelar resepsi diplomatik, batik dan tenun karya keempat desainer tersebut ditampilkan model profesional dari Komite Miss Senegal dan berhasil memikat 300 tamu undangan yang hadir dari kalangan diplomatik, pemerintahan, media, akademisi, LSM lokal dan internasional, serta masyarakat umum. Acara tersebut bahkan menyedot perhatian dari media setempat baik cetak maupun televisi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya