Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANSELIR Jerman Angela Merkel melakukan dorongan terakhir untuk membentuk sebuah pemerintahan koalisi pada Minggu (19/11) di tengah usahanya menyelamatkan masa depan politiknya serta mencegah pemilihan umum (pemilu) baru yang dapat mengacaukan Jerman dan Eropa.
Pemilu pada September lalu telah melemahkan pemimpin veteran yang telah ditinggalkan beberapa partai koalisinya karena tidak sepakat dengan beberapa kebijakan Merkel.
Perundingan yang mundur hingga Sabtu (18/11) dari rencana awal pada Kamis (16/11) itu dinilai Kepala Koordinator Partai Greens Simone Peter disebabkan gerakan yang sering kali berbeda arah.
Salah satunya kebijakan pengungsi Merkel yang menjadi batu sandungan karena membuka pintu bagi lebih dari 1 juta pencari suaka sejak 2015.
Partai CDU konservatif Merkel dan sekutu Bavaria CSU, FDP, dan Greens telah memberi suara mereka. CSU dan Greens tetap berlawanan mengenai isu imigrasi itu.
CSU sangat ingin membatasi jumlah pendatang di masa depan yang mencapai 200 ribu orang per tahun.
Namun, Greens berpendapat pengungsi harus diizinkan untuk membawa anggota keluarga mereka ke Jerman.
Greens akan waspada dalam membuat konsesi saat menghadapi kongres partai dalam seminggu ke depan mengingat anggota dewan dapat menepis kesepakatan yang tidak memuaskan.
"Masih ada banyak masalah yang harus dilalui," kata Kepala CSU Horst Seehofer.
Partai Sosial Demokratik sayap kiri telah menolak kembali berkoalisi dengan Merkel setelah mengalami kerugian yang memalukan pada pemilihan September.
Merkel, yang telah bertahun-tahun melakukan negosiasi Uni Eropa yang melelahkan, sekarang menghadapi akhir pekan terpenting dalam kehidupan politiknya.
"Jika dia gagal, turbulensi yang timbul dari kegagalan akan cepat menelannya secara pribadi. Akhir pekan ini ialah tentang koalisi dan kanselir," kata Harian Bild.
Jajak pendapat oleh Welt online juga menemukan 61,4% dari mereka yang disurvei mengatakan perundingan yang gagal akan berarti berakhirnya Merkel sebagai kanselir.
Hanya 31,5% yang berpikir sebaliknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved