Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK menawarkan diri untuk membantu meredakan krisis pengungsi Rohingya yang membanjiri Bangladesh sejak Agustus lalu.
Tawaran itu disampaikan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Wang Yi dengan mitranya, A H Mahmood Ali di Dhaka, Sabtu (18/11).
Lebih dari 600 ribu etnik Rohingya membanjiri kamp-kamp pengungsi di Bangladesh setelah melarikan diri dari tindakan brutal militer Myanmar sejak akhir Agustus lalu.
PBB menggambarkan operasi bumi hangus yang dilancarkan militer Myanmar sehingga menyebabkan ratusan desa Rohingya di utara Rakhine rata dengan tanah sebagai aksi pembersihan etnik.
Bangladesh, yang telah menampung sekitar 250.000 orang Rohingya sebelum eksodus terbaru, meminta pengungsi terbaru dikembalikan segera ke Myanmar dan ingin meminta bantuan dari Tiongkok, sekutu setia Myanmar.
Menlu Bangladesh Ali mengatakan pembicaraannya di Dhaka dengan rekannya dari Tiongkok, Wang Yi, membahas masalah tersebut.
"Ketika isu eksodus warga Myanmar yang mengungsi terangkat, Menlu Tiongkok mengatakan sebagai seorang teman, Tiongkok akan membantu menyelesaikan masalah ini dan tidak akan berpihak pada pihak mana pun," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh, kemarin.
Pernyataan itu menambahkan Wang menekankan 'pentingnya konsultasi lanjutan dan dialog antara Bangladesh dan Myanmar mengenai masalah ini'.
Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan langkah konkret yang mungkin dilakukan Beijing.
Myanmar menghadapi tekanan dan kemarahan internasional karena perlakuan diskrimintaif mereka terhadap etnik Rohingya.
Namun, Beijing telah membantu melindungi negara itu dari kecaman.
Awal bulan ini Dewan Keamanan PBB membuat rencana untuk mengadopsi sebuah resolusi yang menuntut diakhirinya kekerasan di Myanmar, tetapi mendapat penolakan keras dari Tiongkok.
Menurut kantor berita swasta Bangladesh, UNB, Wang mengadakan briefing kepada beberapa media lokal di Kedutaan Tiongkok di Dhaka.
Saat itu ia mengatakan Beijing mendukung 'solusi yang tepat untuk masalah tersebut melalui jalur bilateral'.
Namun, dia memperingatkan agar tidak melakukan langkah lebih lanjut di PBB untuk mengkritik atau menghukum Myanmar.
Setelah bertemu sejawatnya, Wang juga bertemu dengan PM Bangladesh Sheikh Hasina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved