Kapal Selam Hilang Pencarian Digelar

AFP/Ire/I-1
20/11/2017 09:15
Kapal Selam Hilang Pencarian Digelar
(AP/Natacha Pisarenko)

HARAPAN untuk menemukan korban selamat dari Kapal Selam ARA San Juan milik Argentina yang hilang kontak sejak Rabu (15/11) dini hari kembali muncul pada Sabtu (18/11) setelah angkatan laut Argentina menerima sinyal permintaan bantuan dari kapal tersebut.

Pencarian udara dan laut digelar sejak kapal selam itu hilang kontak dengan bantuan dari beberapa negara, termasuk Brasil, Inggris, Cile, Uruguay, dan Amerika Serikat (AS).

Namun, pencarian itu terhalang oleh kondisi badai, ungkap juru bicara angkatan laut Argentina Enrique Balbi, Sabtu (18/11).

"Kapal dan pesawat terbang telah disebar ke seluruh area pencarian meski kondisi badai mempersulit upaya itu," kata Balbi.

Namun, akhirnya tujuh sinyal transmisi satelit yang diyakini menjadi bagian dari kapal selam berawak 44 orang itu mencoba untuk melanjutkan kontak dan terdeteksi, menurut Kementerian Pertahanan Argentina.

Dengan bantuan pakar komunikasi satelit AS, sinyal itu terdeteksi pada pukul 10.52 (13.52 GMT) dan pukul 15.42 (18.42 GMT) waktu setempat di berbagai pangkalan angkatan laut.

Namun, sinyal tersebut tidak terkunci sehingga koneksi penuh tidak tercapai.

"Saat ini kami bekerja untuk menentukan lokasi sebenarnya yang memancarkan sinyal," ungkap pihak kementerian.

Komando Penyelamatan Bawah Laut yang berbasis di California, AS, menggelar dua aset penyelamatan independen, termasuk modul penyelamatan bertekanan, untuk membantu mencari kapal selam yang hilang itu.

Presiden Argentina, Mauricio Macri, mengatakan lewat akun Twitter-nya,

"Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk menemukan kapal selam sesegera mungkin."

Semua basis komunikasi darat di sepanjang pantai diperintahkan untuk memindai sinyal.

Hilangnya kontak dengan kapal itu membuat anggota keluarga awak kapal cemas.

Mereka bersama-sama menunggu di Mar del Plata.

Claudio Rodriguez, saudara Hernan, salah satu awak kapal, yakin kapal bisa ditemukan.

Menurut dia, sinyal satelit menunjukkan kapal masih mengapung.

"Kapal harus mengapung, puji Tuhan. Itu memberi kami harapan karena kami tahu jika mereka berada di bawah sana, mereka akan melakukannya," kata Rodriguez kepada Stasiun Televisi TN dari Mendoza.

Angkatan laut tidak mengesampingkan semua hipotesis.

Kondisi paling umum menurutnya ialah korsleting yang mungkin secara tidak terduga telah memotong komunikasi kapal.

Kapal selam diesel kelas TR-1700 telah kembali dari misi rutin ke Ushuaia di ujung selatan Amerika Selatan ke markas di Mar del Plata, sekitar 400 km selatan Buenos Aires.

Di antara mereka yang berada di kapal ialah Perwira Kapal Selam perempuan pertama Argentina, Eliana Krawczyk, berusia 35 tahun.

San Juan ialah satu dari tiga kapal selam di armada Argentina.

Kapal produksi Jerman itu memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter.

Kapal itu diluncurkan pada 1983.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya