Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA berkekuatan 7,3 pada skala Richter melanda wilayah di perbatasan Irak-Iran, Minggu (12/11), dan menewaskan lebih dari 330 orang serta mengakibatkan sekitar 3.950 terluka.
Pihak berwenang melaporkan warga di kedua negara panik ketika gempa hebat mengguncang pada malam hari waktu setempat.
Mereka berhamburan dari rumah dan gedung-gedung untuk menyelamatkan diri.
Gempa berpusat 31 km di luar Kota Halabja, Irak timur, pada kedalaman 23,2 km.
Kerusakan paling parah akibat gempa tersebut terjadi di Kota Sarpol-e-Zahab di Provinsi Kermanshah, bagian barat Iran.
Kokab Fard, 49, ibu rumah tangga di Sarpol-e-Zahab, mengatakan dia melarikan diri dari apartemennya dengan tangan hampa.
"Segera setelah saya berhasil keluar, bangunan itu roboh. Saya tidak punya akses ke barang-barang saya," ucapnya.
Reza Mohammadi, 51, mengatakan dia dan keluarganya berlari ke gang saat gempa pertama.
"Saya mencoba kembali untuk mengambil barang, tapi benar-benar runtuh pada gelombang kedua."
Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei meminta regu penyelamat dan seluruh instansi pemerintah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membantu korban gempa.
Kantor berita semiresmi ILNA memberitakan setidaknya 14 provinsi di Iran terkena dampak gempa.
Di Irak, PM Haider al-Abadi mengeluarkan perintah kepada tim pertahanan sipil negara dan institusi terkait untuk total membantu korban.
Gempa bisa dirasakan di seluruh Irak, mengguncang gedung dan rumah dari Irbil hingga Baghdad.
Orang-orang berhamburan ke jalanan ibu kota untuk menghindari reruntuhan.
Sebagai bentuk simpati, Turki langsung mengirimkan bantuan ke Irak utara.
Wakil Presiden Red Crescent Turki Kerem Kinik mengatakan sebanyak 33 truk diberangkatkan ke Sulaimaniyah membawa 3.000 tenda dan pemanas, 10.000 tempat tidur, selimut, serta makanan.
Kedubes RI di Teheran, Iran, mengimbau sekitar 350 WNI yang berada di negara itu untuk waspada akan gempa susulan.
Menurut Kedubes, belum ada laporan adanya WNI yang menjadi korban bencana tersebut.
Iran berada di banyak jalur patahan utama dan rentan terhadap gempa.
Pada 2003, gempa 6,6 SR meratakan kota bersejarah Bam dan menewaskan 26 ribu orang.
Gempa terbesar terakhir terjadi di Iran pada Agustus 2012 dengan korban lebih dari 300 orang tewas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved