Fox Adakan Pembicaraan untuk Jual Sebagian Aset ke Disney

Antara
07/11/2017 22:48
Fox Adakan Pembicaraan untuk Jual Sebagian Aset ke Disney
(Ilustrasi)

TWENTY-First Century Fox milik Rupert Murdoch telah melakukan pembicaraan untuk menjual sebagian besar aset film dan televisinya ke Walt Disney, yang akan menambah program baru dan memperluas jangkauan internasionalnya, demikian laporan CNBC, Senin (6/11) waktu setempat atau Selasa (7/11) WIB.

Saham Fox melonjak menjadi 9,9% mendekati US$27,45 di Nasdaq, dan saham Disney naik 2,0% menjadi US$100,64 di New York Stock Exchange.

Kedua belah pihak saat ini tidak membicarakan hal tersebut, tetapi telah mengadakan pembicaraan dalam beberapa pekan terakhir, menurut laporan CNBC, mengutip orang-orang yang tak disebutkan identitasnya dan mengetahui masalah tersebut.

Diskusi tersebut mencerminkan pandangan di kalangan eksekutif Fox bahwa perusahaan media tidak dapat mencapai ukuran yang dibutuhkan untuk bersaing dengan Amazon.com, Netflix, dan pemain media utama lainnya, menurut CNBC.

Perwakilan Disney dan Fox tidak memberikan komentarnya.

Bagi Disney, sebuah kesepakatan dapat membawa program tambahan untuk menarik perhatian penonton saat perusahaan tersebut mencoba mengarahkan migrasi cepat konsumen ke tampilan digital, dan bersaing dengan pengeluaran berat oleh perusahaan teknologi yang mendorong lebih jauh ke Hollywood. Hal tersebut juga dapat memperluas jangkauan Disney ke pasar internasional.

Disney, yang menurut peraturan AS tidak dapat memiliki dua jaringan siaran, tidak akan membeli semua saham Fox, menurut laporan CNBC. Disney tidak akan berusaha membeli aset program olahraga Fox karena takut melanggar undang-undang antimonopoli dengan jaringan ESPN-nya sendiri, dan juga tidak akan membeli Fox News atau jaringan penyiaran Fox atau afiliasi penyiaran lokal, kata laporan tersebut.

Disney telah membahas pembelian studio film dan produksi televisi Fox, jaringan kabel FX, dan National Geographic, serta aset internasional seperti jaringan Star di India dan penyedia televisi berbayar Sky di Eropa, demikian CNBC.

Fox telah mengusahakan US$14,5 miliar untuk mengakuisisi 61% sisanya dari Sky yang tidak dimilikinya, tetapi akuisisi tersebut telah tertunda oleh regulator Inggris.

"Saya melihat banyak sinergi untuk Disney. Ini bukan sesuatu yang tidak dipikirkan," ujar analis Pivotal Research Brian Wieser. "Hal yang membingungkan adalah apa yang berarti bagi Fox," ungkapnya.

Raksasa media tradisional berebut untuk meningkatkan skala mereka dan menambahkan bisnis baru, terutama setelah usaha AT&T untuk pemilik Time Warner pemilik HBO dan CNN, yang sedang menunggu persetujuan peraturan. Perusahaan media lain juga dapat tertarik dengan aset Fox, kata Wieser. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya