Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BOCORNYA dokumen berjuluk ‘Paradise Papers’, Senin (6/11) waktu Amerika Serikat, menjelaskan strategi penghindaran pajak sejumlah perusahaan raksasa dunia hingga pesohor global dan beberapa figur terkenal di Tanah Air.
Dokumen itu menyingkap strategi Apple menghindari kewajiban pajak dengan menempatkan dana offshore di Jersey, sebuah yurisdiksi dengan pajak rendah di Kepulauan Channel, Inggris.
Wilayah itu tidak memungut pajak penghasilan perusahaan dan sebagian besar dikecualikan dari peraturan pajak Uni Eropa. Produsen iPhone itu diduga menempatkan keuntungannya di sana untuk melindungi US$252 miliar dari pengenaan pajak.
Apple disebut memindahkan uang mereka ke Jersey setelah Irlandia mengenakan pajak terhadap Apple pada 2015. Sebelumnya Irlandia dipilih Apple karena wilayah ini mengenakan pajak rendah.
Perusahaan itu menempatkan keuntungan perusahaan di Irlandia melalui anak perusahaannya di negara Eropa tersebut. Apple diduga telah mengambil keuntungan dengan pajak rendah di Amerika Serikat dan Irlandia sejak 2014.
Paradise Papers, terdiri dari 13,4 juta dokumen, sudah dipublikasikan The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang berbasis di Amerika Serikat, Senin (6/11). Dalam data itu dimuat nama-nama klien dua firma besar yang mengurusi pendirian perusahaan di yurisdiksi bebas pajak di luar negeri.
Perusahaan cangkang digunakan oleh para pemain politik dunia, kekayaan pribadi, dan perusahaan raksasa termasuk Apple, Nike, Uber dan perusahaan global lainnya untuk kewajiban menghindari pajak mereka.
Selain perusahaan-perusahaan raksasa itu, juara Formula Satu Lewis Hamilton juga disebut dalam bocoran dokumen itu, yang menyingkap kesepakatan rahasia di luar negeri yang terbukti sangat memalukan.
Surat kabar Guardian dan BBC melaporkan, Hamilton mengemplang pajak atas jet pribadinya dengan menggunakan skema yang rumit yang saat ini sedang diselidiki oleh otoritas pajak Inggris.
Dokumen yang bocor tersebut menunjukkan ia menerima pengembalian pajak sebesar US$4,4 juta pada 2013, setelah pesawat mewahnya diimpor ke Isle of Man, wilayah Inggris yang menerapkan pajak rendah.
Bocoran dokumen Paradise Papers turut menyeret nama Prabowo Subianto dan dua anggota klan Cendana, Mamiek dan Tommy Suharto.
Seperti dilansir Deutsche Welle, Prabowo dicatat pernah memimpin Nusantara Energy Resources yang terdaftar di Bermuda. Namun perusahaan ditutup pada 2004 karena masalah keuangan. Firma hukum di Bermuda, Appleby, yang membocorkan dokumen keuangan tersebut, menulis Nusantara Energy Resources sebagai ‘debitur bermasalah’.
Selain Prabowo, nama Tommy Suharto juga tercatat sebagai salah satu klien Appleby di Bermuda. Tommy terkait dengan Humpuss Group, Asia Market Investment dan V Power yang terdaftar di Bahama. Putra bungsu mantan Presiden Suharto itu pernah menggandeng perusahaan Australia untuk mendirikan bisnis papan reklame yang aktif di Tiongkok, Malaysia, Australia dan Filipina.
Dalam dokumen tersebut Appleby menulis perusahaan Tommy sebagai 'pengemplang pajak'. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved