Pesawat Tenaga Surya Jalani Etape Kedua

MI/AFP/Fox/I-2
11/3/2015 00:00
Pesawat Tenaga Surya Jalani Etape Kedua
(AFP)
PESAWAT tenaga surya Solar Impulse-2 berhasil menyelesaikan etape pertama penerbangan keliling dunia dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menuju Kota Muscat, Oman. Tanpa beristirahat lama, pesawat bertenaga surya pertama di dunia itu langsung melanjutkan etape kedua.  Kemarin, Solar Impulse-2 yang dikemudikan Bertrand Piccard lepas landas dari Oman menuju India.  Pesawat lepas landas dari Muscat pada pukul 09.35 WIB menuju Kota Ahmedabad. Perjalanan sejauh 1.465 km tersebut diperkirakan akan ditempuh dalam 16 jam.

Piccard berada di balik kemudi di etape kedua menggantikan rekan senegaranya asal Swiss, Andre Borschberg.  'Aku akan ingat selamanya #Oman!', cicit Piccard sebelum lepas landas. Sebelumnya, pada etape pertama, Borschberg menempuh jarak 400 km dari Uni Emirat Arab menuju Oman dalam 13 jam dan 2 menit. Ia terlambat 1 jam 2 menit dari jadwal yang diperkirakan.  Borschberg berbicara dengan emosional mengenai pengalamannya menyelesaikan etape pertama. Ia mengatakan kepada wartawan di Muscat bahwa Solar Impulse-2 melaju pada ketinggian 20 ribu kaki. Namun, Piccard akan terbang lebih tinggi dalam perjalanan etape kedua menuju Ahmedabad.

Video penerbangan Solar Impulse-2 langsung dapat disaksikan melalui siaran langsung via internet di situs www.solarimpulse.com. Situs tersebut sekaligus menjadi medium untuk memantau kemajuan pilot dan pesawat. Solar Impulse-2 akan terbang sebanyak 12 etape selama lebih dari lebih lima bulan mendatang dengan total waktu penerbangan sekitar 25 hari. Etape berikutnya akan membawa Solar Impulse-2 mengudara menuju Myanmar, Tiongkok, Hawaii dan New York, Amerika Serikat. Pendaratan di Midwest, Amerika Serikat, dan Eropa Selatan atau Afrika Utara juga direncanakan. Namun, pendaratan akan bergantung pada kondisi cuaca. Etape terpanjang dalam kemudi pilot tunggal akan terjadi saat pesawat menempuh perjalanan dari Nanjing, Tiongkok, menuju Hawaii, Amerika Serikat, melalui langit di atas Samudra Pasifik. Penerbangan sepanjang 8.500 km itu akan ditempuh dalam lima hari dan lima malam perjalanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya