Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran Atas Dugaan Korupsi

Willy Haryono
05/11/2017 12:14
Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran Atas Dugaan Korupsi
(Pangeran Alwaleed bin Talal salah satu orang yang ditangkap otoritas Arab Saudi. -- AFP PHOTO/Ishara S. Kodikara)

ARAB Saudi mengumumkan penangkapan sebelas pangeran, termasuk miliarder Alwaleed bin Talal, beserta empat menteri dan sepuluh mantan pejabat kerajaan, Sabtu 4 November 2017 malam waktu setempat.

Seperti dikutip New York Times, mereka semua ditangkap atas dugaan keterlibatan kasus korupsi.

Pengumuman penangkapan disiarkan di Al Arabiya, jaringan satelit yang penyiarannya sudah diakui kerajaan. Penangkapan Pangeran Alwaleed merupakan kejutan hebat, baik bagi kerajaan Arab Saudi maupun sejumlah negara lain.

Pangeran Alwaleed menguasai perusahaan investasi Kingdom Holding dan merupakan salah satu orang terkaya di dunia yang memiliki saham di News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola dan lainnya. Ia juga menguasai jaringan televisi satelit yang ditonton masyarakat dunia Arab.

Operasi penyapuan ini disebut-sebut banyak pihak sebagai langkah terbaru dalam mengkonsolidasikan kekuasaan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman.

Berusia 32 tahun, putra mahkota sudah menjadi suara dominan di militer Arab Saudi, kebijakan luar negeri, sosial dan ekonomi. Hal ini memicu kecemburuan beberapa anggota keluarga kerajaan yang menilai putra mahkota memiliki terlalu banyak kekuasaan di usia muda.

Raja Salman telah membuat dekrit pembuatan komite antikorupsi terbaru yang dipimpin putra mahkota. Dekrit dikeluarkan beberapa jam sebelum komite antikorupsi memerintahkan penangkapan.

Al Arabiya melaporkan komite antikorupsi memiliki kekuatan untuk menginvestigasi, menangkap, mencekal, dan membekukan aset siapapun yang dianggap korup.

Hotel Ritz Carlton di Riyadh telah dikosongkan pada Sabtu, yang memicu rumor akan digunakan sebagai tempat penahanan para pangeran. Bandara untuk pesawat pribadi telah ditutup, yang memicu spekulasi putra mahkota berusaha memblokade percobaan melarikan diri dari sejumlah orang. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya