Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Myanmar Aung San Suu Kyi untuk pertama kali mendatangi negara bagian Rakhine utara yang dilanda konflik, Kamis (2/11).
Kunjungan tersebut adalah sebuah perjalanan tanpa pemberitahuan ke daerah yang mana sebagian besar penduduk Muslim Rohingya, dipaksa keluar oleh tentara.
"Penasihat Negara (jabatan resmi Suu Kyi) sekarang berada di Sittwe dan akan pergi ke Maungdaw dan Buthiduang juga. Ini akan menjadi perjalanan sehari," ujar juru bicara pemerintah Zaw Htay.
Tidak jelas apakah Suu Kyi akan mengunjungi beberapa dari ratusan desa Rohingya yang dibakar oleh tentara, yang diduga dibantu oleh penduduk asli etnis Rakhine, atau apakah dia akan dibawa untuk melihat kelompok Muslim yang tersisa, yang tinggal di ketakutan dan kelaparan yang dikelilingi oleh tetangga yang bermusuhan.
Adapun pengamat mengatakan, Suu Kyi telah memilih untuk tidak mengkritik tentara karena takut mendapat serangan balasan dari sebuah institusi kuat yang mengendalikan semua masalah keamanan.
Suu Kyi, peraih nobel yang memimpin partai pro-demokrasi Myanmar, telah ditekan oleh masyarakat internasional, karena gagal menggunakan kekuatan moralnya untuk berbicara membela Rohinyga.
Sekitar 600.000 minoritas tanpa kewarganegaraan telah melarikan diri ke Bangladesh sejak akhir Agustus dengan membawa laporan tentang pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran di tangan tentara Myanmar, setelah serangan militan memicu tindakan keras militer yang ganas.
PBB mengatakan bahwa tindakan tersebut sama saja dengan pembersihan etnis. Sementara tekanan telah meningkat di Myanmar untuk memberikan keamanan bagi Rohingya dan mengizinkan orang untuk kembali ke rumah.
Selain itu, ribuan etnis Rohingya lainnya diyakini masih ada di kamp pengungsian di pantai dekat Maungdaw, menunggu kapal ke Bangladesh dalam kondisi yang semakin parah.
Rohingya dibenci di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha. Mereka ditolak kewarganegaraannya dan diberhentikan secara luas sebagai imigran ilegal 'Bengali'.
Situasi buruk Rohingya juga menimbulkan sedikit simpati di dalam Myanmar, membuat pertahanan minoritas tersebut menjadi penyebab politis yang tidak populer di tengah meningkatnya sentimen nasionalisme Buddhis.
Rohingya telah memadati kamp darurat di sebuah tanah perbatasan miskin yang sudah penuh sesak di Bangladesh.
Kelompok bantuan mengatakan bahwa risiko wabah penyakit utama tinggi, sementara mereka berjuang untuk memberikan makanan dan kebutuhan dasar kepada pengungsi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved