Ini Alasan Catalonia Ingin Merdeka dari Spanyol

Basuki Eka Purnama
31/10/2017 18:08
Ini Alasan Catalonia Ingin Merdeka dari Spanyol
(AP)

CATALONIA merupakan kawasan independen di Peninsula Iberia yang memiliki bahasa dan kebiasaan tersendiri.

Pada 1150, pernikahan antara Petronilia, Ratu Aragon, dengan Ramon Berenguer IV, Count of Barcelona, membentuk sebuah dinasti. Keturunan mereka mewarisi seluruh kawasan yang mencakup wilayah kekuasaan Aragon dan Catalonia. Kekuasaan dinasti itu berlangsung hingga masa kekuasaan Raja Philip V.

Kemudian meletus lah Perang Spanyol yang berakhir dengan kekalahan Valencia pada 1707 dan Catalonia pada 1714 yang menghasilkan Spanyol yang saat ini kita kenal.

Raja Spanyol kemudian berusaha memberlakukan bahasa dan hukum Spanyol di Catalonia. Namun, upaya itu diakhiri saat mereka mengembalikan kekuasaan Generalitat, pemerintahan Catalonia.

Namun, Jenderal Francisco berusaha menghancurkan separatis Catalan dan berkat kemenangannya di Pertempuran Ebro pada 1938, dia menguasai kawasan Catalonia dengan menewaskan sekitar 3.500 orang.

Catalonia kemudian diberi status otonomi kembali pada 1977 setelah Spanyol menjadi negara demokrasi.

Keinginan Catalonia untuk merdeka terus tumbuh hingga Juli 2010 ketika Pengadilan Konstitusi di Madrid membatalkan status otonomi Catalonia dengan alasan tidak ada aturan hukum untuk mengakui negara Catalonia di dalam Spanyol.

Krisis ekonomi yang melanda Spanyol semakin memperkuat seruan Catalonia merdeka mengingat kawasan Barcelona yang kaya merasa harus menopang wilayah Spanyol lainnya yang miskin.

Akhirnya pada 1 Oktober 2017, Catalonia menggelar referendum yang hasilnya 90% suara menyatakan ingin melepaskan diri dari Spanyol. (telegraph.co.uk/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya