Xi Jinping Jabat Sekjen Partai Komunis

Haufan Hasyim Salengke/AFP/Xinhua
25/10/2017 19:26
Xi Jinping Jabat Sekjen Partai Komunis
(AFP PHOTO / WANG ZHAO)

MELAWAN tradisi yang selama dijalankan, Partai Komunis China (CPC) menetapkan jajaran kepemimpinan senior yang baru.

Tradisi yang dilanggar itu dengan memberikan Presiden Xi Jinping masa jabatan lima tahun kedua sebagai sekjen tanpa penerus yang jelas.

Para pemimpin Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir mengisyaratkan satu atau lebih ahli waris untuk Komite Tetap Politbiro, atau menunjukkan garis suksesi yang jelas.

Sementara pelanggaran tradisi kali ini sekaligus memperjelas cengkeraman Xi atas kekuasaan ‘Negeri Tirai Bambu’ untuk lima tahun ke depan, dan mungkin lebih lama.

"Saya terpilih kembali menjadi sekretaris jenderal Komite Sentral CPC," kata Xi yang percaya diri dengan latar belakang lukisan lansekap Tiongkok raksasa yang menampilkan Tembok Besar, Rabu (25/10).

"Saya memandang ini bukan sekadar pengabsahan atas hasil kerja saya, tapi juga dorongan yang akan memacu saya," ujarnya.

Dalam lima tahun ke depan, Xi menekankan, Tiongkok akan mencapai beberapa titik. "Kita tidak hanya menetapkan tujuan 100 tahun pertama, juga harus memulai perjalanan menuju tujuan 100 tahun kedua," tegasnya.

Xi mengatakan Tiongkok akan membuat upaya-upaya pasti untuk secara komprehensif memperdalam reformasi, dan memperluas pengaruh ke seluruh dunia.

Xi, 64, terpilih sehari setelah namanya ditulis ke dalam konstitusi, bersanding dengan pendiri Komunis Tiongkok Mao Zedong, yang sekaligus menjadikan dirinya sebagai pemimpin Tiongkok yang paling berkuasa dalam beberapa dasawarsa.

Memimpin Komite Tetap Politbiro, dewan yang paling berkuasa di negara itu, memberikan Xi kekuasaan untuk menentukan arah perjalanan negara ke depan, termasuk apa yang boleh atau haram ditulis warga di media sosial.

Suksesor Hu Jintao itu semakin leluasa untuk mencapai ambisinya, mengubah Tiongkok menjadi negara adikuasa global dengan militer kelas dunia.

Dalam sebuah acara yang sangat istimewa, Xi memimpin anggota baru Komite Tetap Politbiro di depan kamera televisi di Balai Rakyat setelah mereka dipilih oleh 204 pejabat partai dalam pemungutan suara tertutup.

Xi mendapat masa jabatan lima tahun kedua sebagai sekjen setelah teori politiknya yang eponymous diabadikan dalam konstitusi Partai Komunis.

Perdana Menteri Li Keqiang, 62, juga mempertahankan kursinya di komite beranggotakan tujuh orang tersebut.

Lima anggota lain Komite Tetap Politbiro, Li Zhanshu, 67, Wang Yang, 62, Wang Huning, 62, Zhao Leji, 60, dan Han Zheng, 63, menggantikan rekan-rekan mereka yang telah mencapai usia pensiun informal 68 tahun.

Denga usia saat ini mereka yang 60 lebih, sebuah indikasi yang mungkin tidak ada yang mengantre untuk bisa menggantikan Xi pada kongres berikutnya pada 2022.

Meskipun promosi mereka ke lingkaran kepemimpinan tertinggi di negara ini, anggota komite yang baru cenderung memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil daripada pendahulu mereka.

Xi diangkat ke komite pada 2007 saat berusia 54 tahun. Ia menggantikan Hu Jintao sebagai sekjen dan presiden lima tahun kemudian.

Amandemen konstitusi, yang disahkan kongres Selasa (24/10), telah menempatkan Xi di posisi yang jarang bisa didapatkan oleh pemimpin partai, yakni sejajar dengan Mao Zedong, dan Deng Xiaoping, arsitek reformasi ekonominya.

Spekulasi yang berkembang bahwa Xi akan mengangkat anak didiknya, Chen Miner dan sekretaris partai Guangdong Hu Chunhua. Keduanya berusia 50-an, cukup muda untuk menjadi penerus yang dapat dipercaya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya