Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tidak seperti pemimpin militer Indonesia lainnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak memiliki tuduhan atas pelanggaran HAM. Tidak ada alasan yang cukup kuat atas larangannya pergi menyinggahi AS.
Terkait larangan tersebut, Aaron Connolly dari Lowy Institute mencurigai adanya masalah birokrasi.
"Sejumlah perwira militer Indonesia telah diberitahu bahwa mereka tidak akan diizinkan masuk ke AS, dan ditolak visanya. Namun belum pernah ada situasi menurut sepengetahuan saya ketika seorang perwira militer Indonesia diberi visa yang sah untuk memasuki AS, dan kemudian ditolak untuk masuk sebelum naik pesawat," ungkapnya seperti dikutip laman abc.net, Senin (23/10).
"Ini sangat tidak biasa. Dan menurut saya penjelasan yang paling masuk akal adalah ada kekacauan administratif bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat harus memberitahu bahwa jenderal (Gatot) diizinkan naik ke pesawat. Namun, mereka tidak melakukannya," lanjut Connolly.
Menurut lembaga tersebut Jenderal Gatot sangat curiga terhadap AS dan Australia. Awal tahun ini ia mengkritik kehadiran marinir AS di Darwin, Australia.
Ia juga membuat para politisi dan pemimpin militer Australia terkejut saat sang jenderal menunda kerja sama militer dengan Australia karena perkataannya yang menyinggung soal materi kursus di sebuah barak SAS (Special Air Service) di Perth. Komandan militer Australia Angus Campbell sampai harus datang langsung ke Indonesia untuk meminta maaf secara pribadi.
Jendral Gatot memiliki cerita yang mengundang kontroversi terbaru, yakni memerintahkan seluruh anggota militer Indonesia untuk menonton pemutaran film propaganda anti-komunis.
Film tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menghapus peran militer dalam pembantaian setengah juta orang yang diduga komunis pada 1965 dan 1966.
Connolly mengatakan bahwa Jenderal Gatot dapat menggunakan insiden terbaru ini untuk keuntungannya.
"Mengingat sejarah Gatot, ia merupakan seseorang yang telah membuat reputasi politik dengan mengganggap isu bayangan tersebut sebagai gangguan terhadap kedaulatan dan kebanggaan Indonesia. Jadi demi kepentingannya, sebisa mungkin ia akan memaksimalkan amarah masyarakat Indonesia dengan cara mempublikasikan hal ini," ujar Connolly.
Gatot akan pensiun tahun depan dan sejumlah pihak menggadang-gadang mencalonkan dia sebagai presiden pada 2019. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved