Ribuan WNI di Taiwan Hadiri Istigasah dan Tablig Akbar

Micom
15/10/2017 22:49
Ribuan WNI di Taiwan Hadiri Istigasah dan Tablig Akbar
(Ist)

RIBUAN warga negara Indonesia yang mayoritas buruh migran di Taiwan menyelenggarakan Istigasah dan Tablig Akbar di pusat Kota Taiwan, Taipei Main Station, Minggu (15/10).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Majelis Umat Islam (MUI) yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Ma'ruf Amin, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang juga Katib Syuriyah PBNU, Asrorun Niam Sholeh.

Asrorun, dalam sambutannya, menegaskan, pentingnya mengimplementasi semangat persaudaraan yang dikembangan oleh Islam, ukhuwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyyah, dan ukhuwwah basyariyah.

"Ribuan orang berkumpul di sini, bisa jadi sebelumnya tidak saling kenal, tapi ikatan keislaman bisa menyatukan kita. Ini harus dipupuk. Kehadiran Mr Yasin, sebagai orang asli Taiwan, Ketua Komunitas Muslim Taiwan yang minoritas, tiada lain sebagai wujud ukhuwwah Islamiyyah. Kita bekerja dengan perusahaan Taiwan secara sinergis, ini tiada lain karena ajaran ukhuwwah basyariyah. Karenanya, perbesar titik persamaan untuk membangun persaudaraan, jangan konfrontasi dan terus ribut dengan mencari-cari dan membesarkan perbedaan yang tidak perlu," ujarnya.

Ia juga menyinggung soal Hari Santri pada 22 Oktober 2017 yang perlu dipahami, diresapi spiritnya, serta diperingati dengan berbagai kegiatan.

"Penetapan Hari Santri oleh pemerintah sejak 2015 merupakan wujud pengakuan formal negara akan kontribusi nyata santri dalam perjuangan merealisasikan dan mempertahankan NKRI dari penjajahan melalui Resolusi Jihad. Untuk itu, malam 22 oktober nanti seluruh WNI di Taiwan ini saya minta untuk memperingati Hari Santri, salah satunya dengan pembacaan salawat nariyah," tegasnya melalui keterangan tertulis.

Acara ini juga diisi sosialisasi pentingnya halal dalam produk pangan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran agama. Sebagai diberitakan, Asrorun dipercaya sebagai Ketua Komite Syariah World Halal Food Council (WHFC).

Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU, dalam mauizhah hasanahnya, menekankan soal pentingnya beristiqamah dalam beragama, di mana pun berada.

"Beragama itu harus melalui guru. Islam sudah memberikan panduan keagamaan yg perlu dipegangi. Belajar agama jangan hanya melalui internet. Bisa bahaya. Di sini lah pentingnya berjemaah dan berjam'iyyah. Belajar agama itu dari ulama," kata Kiai Ma'ruf.

Lebih lanjut, ia menegaskan, pada hari kiamat nanti, orang-orang akan dibangkitkan dan digiring secara berkelompok, yakni kelompok orang beriman dan kelompok orang kafir. Di sini lah pentingnya berjemaah dalam beragama.

"Salah satu manhaj beragama yang harus dipedomani adalah tawassut dan tawazun. Prinsip agama yang dipegang umat Islam adalah moderat. Tidak kaku dan bersifat tekstualis, serbaharam, dan kafir. Atau sebaliknya, tidak liberal dan menafsirkan agama hanya dengan akal, yang kemudian melahirkan ajaran yang permisif, serbaboleh, sehingga membongkar norma agama. NU punya manhaj yang jelas. Jadi, kalau NU tidak mungkin jadi teroris. Demikian sebaliknya, NU tidak mungkin jadi liberal. Kalau orang liberal ngaku NU, itu ngaku-ngaku tapi tidak ikut manhaj NU," tegasnya.

Acara itu juga dihadiri oleh Wakil Kepala Dagang dan Ekonomi Indonesia, Siswadi, Sinchung Halal for Taiwan, dan juga Ketua Taiwan Muslim Association Mr Yasin. Acara ini didukung oleh Sinchung Halal for Taiwan, lembaga sertifikasi halal yang menjadi mitra MUI dalam sertifikasi halal di Taiwan. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya